Lebaran Waisak, Cara Unik Masyarakat Lereng Merbabu Rayakan Perbedaan

Kompas.com - 30/05/2018, 14:28 WIB
Warga lintas agama di dusun Thekelan saling bermaaf-maafan pada Hari Waisak, Selasa (29/5/2018). KOMPAS.com/Syahrul MunirWarga lintas agama di dusun Thekelan saling bermaaf-maafan pada Hari Waisak, Selasa (29/5/2018).

SALATIGA, KOMPAS.com - Persaudaraan adalah diatas segalanya, itulah pesan yang ingin disampaikan oleh masyarakat dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pada perayaan Waisak, Selasa (29/5/2018) ini.

Warga dewasa hingga anak-anak, laki-laki dan perempuan pagi menjelang siang, tumpah ruah di jalan kampung. Kebanyakan warga yang laki-laki mamakai sarung dan berkopiah dan yang perempuan memakai jilbab.

Mereka tak hendak ke masjid, tapi mereka menuju ke Vihara Buddha Bhumika untuk menemui saudara-saudara mereka yang hari ini tengah merayakan Waisak. Hari ini adalah hari istimewa, maka mereka sangat perlu untuk rehat sejenak dari aktivitas berladang sayur di lereng gunung Merbabu.

Beberapa puluh meter menjelang Vihara, ratusan laki-laki dan perempuan memakai pakaian serba putih bersiap menyambut kedatangan warga di sepanjang jalan. Mereka berjajar berkelompok masing-masing pria dan wanita.


Baca juga: Ketika Menteri Agama Buka Puasa di Tengah Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Seketika pecah tangis, saat ujung tangan si muslim dan si Buddhis saling bersentuhan dan mengucap kata saling memaafkan.

"Selamat Waisak Budhe. Mohon maaf lahir batin nggih?," kata seorang ibu berhijab hijau sembari memeluk seorang ibu Buddhis.

"Sami-sami ya Bulik, kalau sada salah-salah saya setahun mohon dimaafkan," balas ibu dari umat Buddhis tersebut.

Ketua Vihara Sanggar Theravada Indonesia (STI) Buddha Bhumika, Sukhadhamma Sukarmin mengungkapkan, tradisi umat non Buddhis mengucapkan selamat Hari Raya Waisak kepada umat Buddha sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu.

Baca juga: Menpora Ajak Pemuda Se-Asia Melihat Toleransi Beragama Saat Peringatan Waisak

Kegiatan ini merupakan bentuk toleransi beragama yang telah menjadi kesepakatan antara para tetua dusun dan masyarakat dusun Thekelan.

"Hari ini umat Buddha merayakan Waisak, yang non-Buddha memberikan ucapan selamat Waisak. Ini adalah suatu kebaikan, maka suatu hal yang baik, harapannya ini bisa dicontoh di tempat yang lain demi memperkokoh NKRI," kata Sukarmin.

Menurut Sukarmin, semangat toleransi dalam perayaan Waisak ini sesuai dengan tema Waisak tahun 2562 BE, yakni Sangha Theravada Indonesia yaitu bertindak, berucap, berpikir baik akan memperkokoh keutuhan bangsa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa 2 Siswa SMP Lakukan Perbuatan Asusila, Pedagang Kolor Ditangkap Polisi

Paksa 2 Siswa SMP Lakukan Perbuatan Asusila, Pedagang Kolor Ditangkap Polisi

Regional
Polisi Sisir Kawasan Gunung Guntur, Cari Ladang Ganja Lainnya

Polisi Sisir Kawasan Gunung Guntur, Cari Ladang Ganja Lainnya

Regional
Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Regional
Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Regional
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Regional
Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Regional
4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

Regional
[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

Regional
Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Regional
Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Regional
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Regional
Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Regional
Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Regional
Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X