Ketika Menteri Agama Buka Puasa di Tengah Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Kompas.com - 30/05/2018, 07:34 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (22/5/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRMenteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

MAGELANG, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin merasa bersyukur bisa menghadiri peringatan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018 di pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, meskipun sedang menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Lukman bahkan berkesempatan berbuka puasa di tengah-tengah ribuan umat Buddha yang hadir pada upacara tersebut, Selasa (29/5/2018).

Meski baru berbuka hanya dengan seteguk air mineral, baginya momen ini membahagiakan yang pertama kali dirasakan.

"Saya bersyukur, merayakan dengan umat Buddha. Cuaca juga bagus, mudah-mudahan tanda kita semua ikut berbahagia," tutur Lukman, Selasa malam.

Usai membatalkan puasa, Lukman dan sejumlah pejabat diberi kesempatan pertama oleh panitia menerbangkan lampion sebagai tanda detik-detik Waisak telah dimulai.

Lukman mengatakan umat Buddha sedang merayakan tiga momentum yang sangat penting, yakni kelahiran seorang Maha Bodhisatwa, Sang Sidharta mencapai pencerahan sempurna dan Sang Buddha wafat dan mencapai nirwana.

Baca juga: Enam Warga Binaan Lapas Karawang Dapat Remisi Waisak

Pada kesempatan yang baik ini, Lukman menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh umat Buddha yang telah terus menerus mengembangkan kehidupan keagamaan di Indonesia.

"Saya menyadari para pemuka agama Buddha, lembaga pendidikan di bawah naungan Walubi dan majelis lainnya terus memberikan pencerahan kepada umatnya, sehingga kualitas bangsa Indonesia semakin membaik," katanya.

Peringatan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018 diikuti oleh ribuan umat dari berbagai daerah dan negara di pelataran candi Borobudur.

Seusai dharmasanti (seremonial) peringatan Waisak oleh Menteri Agama, mereka melakukan puja bakti atau doa bersama dipimpin oleh pemuka agama Buddha.

Baca juga: Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Borobudur Sedot Perhatian Masyarakat

Sebelumnya mereka telah melakukan prosesi penyemayaman api dharma dan air berkah di Candi Mendut, lalu kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur, di akhiri ritual pradaksina mengelilingi Candi Borobudur dan pelepasan ribuan lampion ke udara sebagai simbol doa dan pengharapan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X