Tak Ada Aturan Jelas, Hiu Langka Bebas Diperdagangkan di Pasar di Gorontalo

Kompas.com - 23/05/2018, 20:55 WIB
Ikan hiu martil yang diperdagangkan secara bebas di Pasar Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, rabu (23/5/2018). KOMPAS.COM/ROSYID AZHARIkan hiu martil yang diperdagangkan secara bebas di Pasar Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, rabu (23/5/2018).

GORONTALO, KOMPAS.com – Sejumlah ikan hiu, termasuk hiu martil dan pari diperdagangkan secara bebas di Pasar Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Hiu-hiu tersebut sebagian besar sudah diambil siripnya, tinggal tubuhnya yang dijual oleh pedagang di pasar ini.

“Saya kira binatang apa, ternyata hiu yang sudah dipotong siripnya,” kata Maryam, warga di sekitar Pasar Marisa kepada Kompas.com, Rabu (23/5/2018).

Selain hiu, juga ada juga beberapa jenis pari yang terlihat dari perbedaan bentuknya. “Ada juga hiu yang punya motif kulit totol biru, loreng, dan hitam. Juga warna abu-abu  tanpa motif,” ujar Maryam.

Selain hiu, para pedagang ikan juga menjual jenis ikan lainnya yang umum ditangkap nelayan seperti lajang, goropa, oci, cakalang dan ekor kuning.

Baca juga: 2 Hiu Paus Ini Diberi Nama Susi Pudjiastuti dan Brahmantya

Perdagangan hiu dan pari secara bebas ini tentu saja mengherankan, sebab hiu dan pari sudah masuk dalam daftar Apendiks II Convention on International Trade of Endangered species (CITES).

Kelompok yang masuk dalam daftar Apendiks II, biasanya adalah hewan yang akan terancam punah jika perdagangannnya tidak dikontrol.

Menanggapi adanya perdagangan ikan hiu dan pari secara bebas di wilayahnya, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dan Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan (PRL & PDSPKP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Karim Mujarab mengatakan, kuncinya ada pada regulasi. 

Menurut dia, sampai saat ini belum ada regulasi dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang secara spesifik memberikan perlindungan terhadap kelestarian ikan hiu dan ikan pari di perairan laut Indonesia.

Baca juga: Susi Larang Penangkapan Hiu dan Pari Manta

“Adanya regulasi Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Permen KP 59/2014 tentang larangan pengeluaran ikan hiu koboy dan hiu martil dari wilayah negara ke luar negeri. Permen ini hanya berlaku sampai dengan 2015,” kata Karim kepada Kompas.com. 

Ia menambahkan, regulasi mengenai pelarangan jual beli ikan hiu dan pari yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah baru ada di Raja Ampat, isi Perda tersebut yakni tentang larangan penangkapan terhadap biota ikan hiu dan pari manta.

Namun, Karim berjanji untuk mengusut hal tersebut sembari menata regulasi yang belum ada. Salah satu caraya dengan melakukan identifikasi populasi biota hiu dan pari di wilayahnya. 

“Ke depan KKP akan mengidentifikasi populasi biota hiu dan pari yang selanjutnya akan dijadikan daerah konservasi terhadap spesies hiu,” ujar Karim.

Baca juga: 5 Nelayan Sultra yang Tertangkap di Australia Bawa 24 Ekor Hiu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.