NEWS
Salin Artikel

Tak Ada Aturan Jelas, Hiu Langka Bebas Diperdagangkan di Pasar di Gorontalo

Hiu-hiu tersebut sebagian besar sudah diambil siripnya, tinggal tubuhnya yang dijual oleh pedagang di pasar ini.

“Saya kira binatang apa, ternyata hiu yang sudah dipotong siripnya,” kata Maryam, warga di sekitar Pasar Marisa kepada Kompas.com, Rabu (23/5/2018).

Selain hiu, juga ada juga beberapa jenis pari yang terlihat dari perbedaan bentuknya. “Ada juga hiu yang punya motif kulit totol biru, loreng, dan hitam. Juga warna abu-abu  tanpa motif,” ujar Maryam.

Selain hiu, para pedagang ikan juga menjual jenis ikan lainnya yang umum ditangkap nelayan seperti lajang, goropa, oci, cakalang dan ekor kuning.

Perdagangan hiu dan pari secara bebas ini tentu saja mengherankan, sebab hiu dan pari sudah masuk dalam daftar Apendiks II Convention on International Trade of Endangered species (CITES).

Kelompok yang masuk dalam daftar Apendiks II, biasanya adalah hewan yang akan terancam punah jika perdagangannnya tidak dikontrol.

Menanggapi adanya perdagangan ikan hiu dan pari secara bebas di wilayahnya, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dan Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan (PRL & PDSPKP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Karim Mujarab mengatakan, kuncinya ada pada regulasi. 

Menurut dia, sampai saat ini belum ada regulasi dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang secara spesifik memberikan perlindungan terhadap kelestarian ikan hiu dan ikan pari di perairan laut Indonesia.

“Adanya regulasi Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Permen KP 59/2014 tentang larangan pengeluaran ikan hiu koboy dan hiu martil dari wilayah negara ke luar negeri. Permen ini hanya berlaku sampai dengan 2015,” kata Karim kepada Kompas.com. 

Ia menambahkan, regulasi mengenai pelarangan jual beli ikan hiu dan pari yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah baru ada di Raja Ampat, isi Perda tersebut yakni tentang larangan penangkapan terhadap biota ikan hiu dan pari manta.

Namun, Karim berjanji untuk mengusut hal tersebut sembari menata regulasi yang belum ada. Salah satu caraya dengan melakukan identifikasi populasi biota hiu dan pari di wilayahnya. 

“Ke depan KKP akan mengidentifikasi populasi biota hiu dan pari yang selanjutnya akan dijadikan daerah konservasi terhadap spesies hiu,” ujar Karim.

https://regional.kompas.com/read/2018/05/23/20555811/tak-ada-aturan-jelas-hiu-langka-bebas-diperdagangkan-di-pasar-di-gorontalo

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.