KPU Tajungpinang: Peserta Pilkada yang Gunakan Rumah Ibadah untuk Kampanye Diberi Saksi Tegas - Kompas.com

KPU Tajungpinang: Peserta Pilkada yang Gunakan Rumah Ibadah untuk Kampanye Diberi Saksi Tegas

Kompas.com - 20/05/2018, 15:23 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang membagikan stiker Pilkada kepada warga Tanjungpinang yang diawali dari lingkungan KPU Tanjungpinang bersama seluruh PPK dan PPS se-Tanjungpinang.KOMPAS.COM/ DOK KPU TANJUNGPINANG Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang membagikan stiker Pilkada kepada warga Tanjungpinang yang diawali dari lingkungan KPU Tanjungpinang bersama seluruh PPK dan PPS se-Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang Robby Patria mengingatkan pasangan calon di Pilkada Kota Tanjungpinang tidak berkampanye menggunakan rumah ibadah maupun sekolah.

Pihaknya menyatakan, jika ada pasangan calon yang melakukan itu, maka akan diberikan sanksi tegas dari KPU Kota Tanjungpinang.

"Mari kita sama-sama menjaga kesucian Ramadhan dengan tidak melakukan kampanye di rumah ibadah," kata Robby, Sabtu (19/5/2018).

Robby mengatakan, pasangan calon boleh saja melakukan kegiatan keagamaan di masjid atau di surau selama masa Ramadhan. Misalnya, dengan memberikan ceramah Ramadhan.

Baca juga: KPU Pusat Akhirnya Tetapkan 3 Dapil di Tanjungpinang untuk Pemilu 2019

"Yang tidak boleh di dalam ceramah, menumpang kampanye dengan mengatakan jangan lupa memilih paslon tertentu. Apalagi secara terang-terangan membagikan barang yang dilengkapi dengan stiker ataupun kartu nama paslon," ungkap Robby.

Sejauh ini, menurut Robby, proses kampanye di Tanjungpinang masih berjalan dengan baik. Sampai sekarang belum ada yang menjurus dilaporkan menggunakan money politics atau pembagian barang lainnya, yang melebihi ketentuan yang dilarang.

"Karena barang yang diberikan kepada warga tidak boleh lebih nilainya Rp 25.000 per item. Misalnya payung atau gelas, harganya per unit hanya Rp 25.000 saja," jelas dia.

Baca juga: KPU Tanjungpinang Ingatkan Paslon, Besok Batas Waktu Perbaikan Administrasi

Seluruh pengeluaran calon nantinya akan diaudit menyeluruh oleh Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk KPU Tanjungpinang. Apakah benar pengeluaran untuk alat-alat tersebut melebihi seluruh dana kampanye yang ditetapkan KPU bersama paslon sejumlah Rp 6,16 miliar.

Jika melihat laporan penerimaan dana kampanye sampai 20 April 2018, Robby menyatakan belum ada paslon yang mendapatkan sumbangan yang banyak. Karena dari laporan paslon, sumbangan yang mereka terima tidak lebih dari Rp 200 juta per paslon.

Baca juga: Pilkada Tanjungpinang, KPU Temukan 4.000 Pemilih Ganda

"Kami tidak tahu dengan dana sebanyak itu paslon dapat melakukan kampanye dengan maksimal. Karena mereka mematok dana kampanye mereka selama masa kampanye dari 15 Februari hingga 23 Juni Rp 6 miliar. Tapi kalau kami lihat sekarang, sumbangan penerimaan dana kampanye kedua paslon sangat kecil dari batasan maksimum," ujar Robby.

Untuk membantu paslon melakukan sosialisasi, KPU akan memfasilitasi iklan paslon di media cetak, elektronik, radio, dan online dimulai Juni 2018. Iklan tersebut akan dipasang di media massa di Kepulauan Riau.

"Untuk itu, KPU mengharapkan paslon segera menyerahkan desain iklan tersebut ke KPU. Supaya pada saatnya tiba, kami tidak menunggu lagi dan langsung bisa dipasang," ujar dia.


Terkini Lainnya

Perampok Sopir Taksi Online di Palembang Sempat Bidik 5 Korban Lain Sebelum Sofyan

Perampok Sopir Taksi Online di Palembang Sempat Bidik 5 Korban Lain Sebelum Sofyan

Regional
Fakta Perburuan Pelaku Pembunuhan Sofyan, Takut Ditembak Polisi hingga Satu Masih Buron

Fakta Perburuan Pelaku Pembunuhan Sofyan, Takut Ditembak Polisi hingga Satu Masih Buron

Regional
Pakai Uang Ibunya, Gadis di China Habis Rp 220 Juta untuk 'Video Game'

Pakai Uang Ibunya, Gadis di China Habis Rp 220 Juta untuk "Video Game"

Internasional
Bea Cukai Sita 4 Juta Batang Rokok di Jepara Senilai Rp 2,9 Miliar

Bea Cukai Sita 4 Juta Batang Rokok di Jepara Senilai Rp 2,9 Miliar

Regional
Kubu Prabowo-Sandiaga Luncurkan Buku 'Paradoks Indonesia' Versi Braile

Kubu Prabowo-Sandiaga Luncurkan Buku "Paradoks Indonesia" Versi Braile

Nasional
'Ngamuk' dan Coba Rebut Kemudi Bus, Perempuan Ini Ditangkap

"Ngamuk" dan Coba Rebut Kemudi Bus, Perempuan Ini Ditangkap

Internasional
Minta Program Kirim Buku Gratis Dilanjutkan, Pemerintah Belum Beri Kepastian Anggaran

Minta Program Kirim Buku Gratis Dilanjutkan, Pemerintah Belum Beri Kepastian Anggaran

Nasional
Fokus kepada Rusia dan China, AS Kurangi Pasukan di Afrika

Fokus kepada Rusia dan China, AS Kurangi Pasukan di Afrika

Internasional
Tempuh Jalur Hukum, PPP Kubu Romy Akan Laporkan PPP Versi Muktamar Jakarta

Tempuh Jalur Hukum, PPP Kubu Romy Akan Laporkan PPP Versi Muktamar Jakarta

Nasional
Suami Istri yang Tewas Dibunuh di Bekasi Dikenal Jago Berbisnis

Suami Istri yang Tewas Dibunuh di Bekasi Dikenal Jago Berbisnis

Megapolitan
PPP Kubu Romy Masih Buka Opsi Berdamai, Asal...

PPP Kubu Romy Masih Buka Opsi Berdamai, Asal...

Nasional
Mogok Kerja, Staf Kamar Mayat Minta Warga Tunda Kematian

Mogok Kerja, Staf Kamar Mayat Minta Warga Tunda Kematian

Internasional
Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi untuk Barang Bukti Kasus 'Vlog Idiot'

Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi untuk Barang Bukti Kasus "Vlog Idiot"

Regional
Pembunuh Sopir Taksi 'Online' di Tangerang adalah Kakak Beradik

Pembunuh Sopir Taksi "Online" di Tangerang adalah Kakak Beradik

Megapolitan
Sekjen PSI: Laporan terhadap Grace Natalie Tak Masuk Akal

Sekjen PSI: Laporan terhadap Grace Natalie Tak Masuk Akal

Nasional

Close Ads X