Sehari Sebelum Ledakan Bom, Martha Djumani Dilamar Kekasihnya - Kompas.com

Sehari Sebelum Ledakan Bom, Martha Djumani Dilamar Kekasihnya

Kompas.com - 16/05/2018, 14:13 WIB
Lukman Hakim, Ketua RT tempat tinggal Martha menunjukkan foto pemakaman MarthaKOMPAS.com/Achmad Faizal Lukman Hakim, Ketua RT tempat tinggal Martha menunjukkan foto pemakaman Martha

SURABAYA, KOMPAS.com - Ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya 3 hari lalu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Martha Djumani, pelayan gereja yang ikut menjadi korban bom yang diledakkan Dita Supriyanto.

Bagaimana tidak, Sabtu (12/5/2018) atau sehari sebelum bom meledak, Martha dilamar oleh Estefanus Masae, kekasihnya.

"Kasihan adik saya, baru saja dilamar," kata Djumilah, adik dari Martha Djumani, Rabu (16/5/2018), dikonfirmasi.

Informasi yang dihimpun Djumilah, kakaknya tersebut masih sempat menolong korban setelah ledakan pertama.

Baca juga: Tutik, Korban Bom Gereja Pantekosta Surabaya, Sosok Pekerja Keras yang Dermawan

 

Karena saat itu Martha berada di sekitar titik ledakan namun terhalang tembok sehingga selamat dari ledakan.

"Di ledakan kedua, dia sedang sibuk menolong korban dan lokasinya dekat dengan bom tanpa ada tembok penghalang," jelas warga Jalan Sutorejo Timur gang 7 Surabaya itu.

Martha langsung dilarikan di RSU dr Soetomo karena tubuhnya mengalami luka bakar hampir 90 persen. Namun nyawanya tidak tertolong saat dalam perawatan medis. 4 jam setelah kejadian, jasad Martha sudah langsung diambil keluarga dari identifikasi ciri fisik.

"Dari ciri salah satu jari kaki, kami sudah bisa mengidentifikasi jasad Martha," jelasnya.

Lukman Hakim, Ketua RT 9 RW 6, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo, mengatakan, jenazah Martha dikuburkan pagi tadi di komplek makam Keputih Surabaya setelah disemayamkan 2 hari di rumah duka Adijasa Surabaya.

Baca juga: Risma: Bayu Itu Seorang Pahlawan...

Ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno memakan 7 korban jiwa, dan belasan korban luka. Bom itu diledakkan Dita Supriyanto melalui sebuah mobil yang ditabrakkan ke gerbang gereja.

Sebelum meledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno, Dita menurunkan isteri dan 2 anak perempuannya di Jalan Diponegoro untuk meledakkan Gereja Kristen Indonesia. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X