Kepada Hasanudin, Petani Buah Manggis Purwakarta Mengeluh soal Ekspor - Kompas.com

Kepada Hasanudin, Petani Buah Manggis Purwakarta Mengeluh soal Ekspor

Kompas.com - 11/05/2018, 07:35 WIB
Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin bertemu dengan para petani Manggis dari 3 Kecamatan di Purwakarta, yakni Kiarapedes, Wanayasa dan Bojong, Kamis (10/5/2018). Dokumentasi Tim Sukses Hasanah. Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin bertemu dengan para petani Manggis dari 3 Kecamatan di Purwakarta, yakni Kiarapedes, Wanayasa dan Bojong, Kamis (10/5/2018).

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Petani manggis di Purwakarta mengeluhkan ekspor buah manggis terkadang ditutup sehingga harganya tidak stabil.

Keluhan tersebut disampaikan petani saat bertemu dengan calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 Tubagus Hasanudin di Purwakarta, Kamis (10/5/2018). Para petani itu berasal dari Kecamatan Kiarapedes, Wanayasa dan Bojong. 

Pria yang akrab disapa Kang Hasan itu duduk dan mendengarkan keluh kesah 200 petani Manggis. Salah satunya, terkait persoalan perluasan pemasaran komoditas Manggis melalui ekspor yang tidak stabil. 

Salah satu petani menggis, Cece menjelaskan, ekspor manggis sebenarnya sudah dilakukan. Namun terkadang ditutup tanpa sebab yang jelas. Hal tersebut, lanjut Cece, mengakibatkan ketidakstabilan harga manggis dan merugikan para petani.

"Ekspornya masih belum pasti, kadang ditutup. Akhirnya harga manggisnya dijual murah. Bahkan kadang dibuang karena busuk," kata Cece kepada Hasanudin.

Cece menambahkan, buah manggis bisa diolah menjadi panganan lain seperti manisan. Namun, kekurangan modal membuat para petani hanya bisa pasrah dengan harga jual manggis yang seringkali rendah. Dia sangat berharap Hasanudin mampu memberikan solusi.

"Harga Manggis Rp 5.000 per kilogram, kalau ekspor ditutup, bisa jadi Rp 2.000. Akhirnya petani merugi. Kami berharap melalui Kang Hasan itu tidak terjadi lagi," pungkasnya.

Baca juga : Hasanudin Terusik dengan Isu Lingkungan di Jawa Barat

Menanggapi keluhan petani, Hasanudin berjanji akan membantu para petani manggis menjaga kestabilan ekspor dan mempermudah akses dengan menjadikan pemerintah sebagai investor.

Purnawirawan jenderal bintang dua itu mengaku akan mengoptimalkan peran koperasi untuk membantu permodalan bagi para petani demi mengembangkan usaha pengolahan manggis. Sehingga, lanjut dia, para petani mempunyai jalan penghasilan selain mengandalkan ekspor manggis.

"Harus ada koperasi dan investor dari dalam negeri, yakni pemerintah, kemudian diekspor. Selalu ada jalan untuk bisa mengangkat harkat derajat dan kesejahteraan petani," tuturnya.

Selain itu, Hasanudin bersama pasangannya, calon wakil gubernur Jawa Barat Anton Charliyan juga menyiapkan program khusus untuk para petani, yakni Jabar Seubeuh sebagai program unggulan pasangan Hasanah.

Baca juga : Kunjungi Cirebon, Hasanudin Prihatin dengan Gunungan Sampah di TPA Ciledug

Mantan Komisi Satu DPR RI itu menjelaskan, Jabar Seubeuh akan menyediakan program modal untuk petani tanpa agunan melalui Bumdes atau kelompok tani. Selain itu, para petani akan diberikan pelatihan usaha kelompok tani yang bisa memproduksi produk turunan dari hasil tani.

"Jadi melalui pelatihan tersebut, petani tidak khawatir manggisnya mau diapakan, kita olah lagi menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis," tandasnya.

Kompas TV Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 2, TB Hasanudin, menggelar jajak pendapat dan silaturahim dengan para petani Jawa Barat di Lembang, Bandung Barat.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Setelah 4 Tahun, Pemprov DKI Akhirnya Dapat Opini WTP dari BPK

Setelah 4 Tahun, Pemprov DKI Akhirnya Dapat Opini WTP dari BPK

Megapolitan
Hasil Audit BPK Diumumkan Hari Ini, Anies Berharap DKI Dapat WTP

Hasil Audit BPK Diumumkan Hari Ini, Anies Berharap DKI Dapat WTP

Megapolitan
FITRA Minta Pemerintah Transparan soal Anggaran Pemberantasan Terorisme

FITRA Minta Pemerintah Transparan soal Anggaran Pemberantasan Terorisme

Nasional
Sudiman Said: Lebih dari 60 Persen Warga Jateng Ingin Pemimpin Baru

Sudiman Said: Lebih dari 60 Persen Warga Jateng Ingin Pemimpin Baru

Regional
Punya Kendala Daftar Sekolah, Warga Bisa Datang ke Posko di SMKN 1 Jakarta

Punya Kendala Daftar Sekolah, Warga Bisa Datang ke Posko di SMKN 1 Jakarta

Megapolitan
Pimpinan Komisi II Minta E-KTP yang Tercecer Tak Disalahgunakan

Pimpinan Komisi II Minta E-KTP yang Tercecer Tak Disalahgunakan

Nasional
Mantan Presiden AS George HW Bush Kembali Dirawat di Rumah Sakit

Mantan Presiden AS George HW Bush Kembali Dirawat di Rumah Sakit

Internasional
Tahun Depan, Mendikbud Ingin Pelaksanaan UNBK di SMP Capai 90 Persen

Tahun Depan, Mendikbud Ingin Pelaksanaan UNBK di SMP Capai 90 Persen

Nasional
Dedi Mulyadi Ajak Warga Hindari Politik 'Prostitutif' di Bulan Ramadhan

Dedi Mulyadi Ajak Warga Hindari Politik "Prostitutif" di Bulan Ramadhan

Regional
Mengetahui Tugas Asisten Masinis yang Juga Penting dalam Menjalankan Kereta...

Mengetahui Tugas Asisten Masinis yang Juga Penting dalam Menjalankan Kereta...

Megapolitan
THR Pegawai Honorer DKI Jadi Wewenang Masing-masing SKPD

THR Pegawai Honorer DKI Jadi Wewenang Masing-masing SKPD

Megapolitan
Kisah Abah Rasyid Mendirikan Sekolah hingga Mewujudkan Kapal Kemanusiaan

Kisah Abah Rasyid Mendirikan Sekolah hingga Mewujudkan Kapal Kemanusiaan

Nasional
Ikuti Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Berikan THR untuk Pensiunan PNS

Ikuti Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Berikan THR untuk Pensiunan PNS

Megapolitan
10 Siswa DKI Jakarta dengan Nilai UN SMP IPA Tertinggi

10 Siswa DKI Jakarta dengan Nilai UN SMP IPA Tertinggi

Edukasi
Melihat Saluran Pembuangan Limbah Narkoba di Mapolda Metro Jaya...

Melihat Saluran Pembuangan Limbah Narkoba di Mapolda Metro Jaya...

Megapolitan

Close Ads X