Urus E-KTP di Palopo Cukup 4 Jam jika Aliran Listrik Tak Mati

Kompas.com - 08/05/2018, 22:14 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan kartu tanda penduduk (KTP) kepada warga yang melintas saat operasi yustisi di Kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Selasa (22/02/2018). Operasi yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ini bertujuan agar tertib administrasi kependudukan kepada seluruh masyarakat yang ada di Indonesia. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIPetugas melakukan pemeriksaan kartu tanda penduduk (KTP) kepada warga yang melintas saat operasi yustisi di Kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Selasa (22/02/2018). Operasi yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ini bertujuan agar tertib administrasi kependudukan kepada seluruh masyarakat yang ada di Indonesia.

PALOPO, KOMPAS.com - Sebanyak 20.000 warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan, belum terekam dalam data e-KTP. Padahal, pelayanan e-KTP cukup mudah dan pengurusannya dapat selesai dalam sehari.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palopo, Akram Risa menyebutkan, jumlah wajib e-KTP sebanyak 146.097 jiwa.

"Warga yang sudah melakukan perekaman data sebanyak 126.000 jiwa, dan belum melakukan perekaman sebanyak 20.000 jiwa,” ujar Akram Risa, Selasa (8/5/2018).

20.000 orang tersebut, rata-rata sudah pindah, bahkan ada yang meninggal dunia.

Baca juga : Di Kendal, Membuat e-KTP Belum Bisa Sehari Jadi

“Masih banyaknya warga yang belum melakukan perekaman data e-KTP akibat proses perekaman yang dilakukan selama ini hanya terpusat di kantor Dinas Dukcapil," ungkapnya.

"Selama akhir 2017-2018 rata-rata perekaman data hanya mencapai 200 orang per bulan,” ujarnya.

Dia menuturkan, pelayanan e-KTP di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, cukup mudah. Setiap warga yang mengurus e-KTP, kartu keluarga, dan akta lahir cukup menunggu beberapa jam bahkan beberapa menit sudah bisa jadi.

“Kalau jaringan tidak terganggu warga yang mengurus e-KTP, akta lahir atau kartu keluarga dalam hari itu juga sudah bisa jadi. Umumnya jika warga mengurus pagi, siang sudah bisa diambil, asal tidak terganggu dengan jaringan internet dan pemadaman lampu,” jelasnya.

Selain jaringan internet dan pemadaman lampu, hal lain yang membuat lambatnya pengurusan e-KTP adalah data warga.

Baca juga : Blanko, SDM, dan Calo Jadi Kendala Pengurusan E-KTP Sehari di Karawang

 

Ada kalanya warga sudah pernah mengurus KTP di tempat lain, sehingga datanya harus dimutasi terlebih dahulu. 

“Setelah data dimutasi, kami langsung proses dan melakukan pencetakan. Dalam mengurus e-KTP warga tidak lagi diberikan Suket atau surat keterangan dalam melakukan pengurusan yang berhubungan dengan penggunaan KTP,” imbuh Akram.

Akram menambahkan, 20.000 warga yang belum terekam dalam sistem data kependudukan Kota Palopo, terancam tidak memilih dalam perhelatan Pilkada serentak 2018 mendatang.

Sementara itu, salah satu warga yang mengurus e-KTP di ruang pelayanan Dukcapil Kota Palopo, Arif mengungkapkan, untuk mengurus e-KTP hingga pencetakan harus menunggu 4 jam.

“Katanya siang sekitar pukul 12.00 atau 13.00 cetakan kartu KTP elektronik sudah bisa diambil, kalau seperti ini terhitung cepat dibanding bulan sebelumnya,“ ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X