Cerita Pengungsian Warga Terdampak Pembangunan Jalan Tol di Kendal

Kompas.com - 03/05/2018, 17:43 WIB
Sejumlah warga yang mengungsi di kantor DPRD Kendal, Kamis (3/5/2018). Mereka memilih mengungsi  karena rumahnya terkena dampak pembangunan jalan tol dieksekusi. Para warga ini memilih mengungsi dan menolak ganti rugi karena jumlahnya tidak sesuai. KOMPAS.com/Slamet PriyatinSejumlah warga yang mengungsi di kantor DPRD Kendal, Kamis (3/5/2018). Mereka memilih mengungsi karena rumahnya terkena dampak pembangunan jalan tol dieksekusi. Para warga ini memilih mengungsi dan menolak ganti rugi karena jumlahnya tidak sesuai.

Menurut dia, uang ganti yang kini dititipkan di Pengadilan Negeri Kendal sangat rendah dan tidak cukup untuk beli rumah dengan luas tanahnya sama seperti semula.

“Kalau malam kami, para lelaki tidur di tempat parkir mobil dewan. Kalau ibu-ibu dan anak-anak, di emperan gedung dan ada juga yang di mushala,” ujarnya.

Warga Sumbersari, Ngampel, itu mengaku kalau tanah dan rumahnya dieksekusi menggunakan alat berat pada Senin (23/4/2018). 

Mendukung Pembangunan Tol, Asal...

Salah satu koordinator warga yang menginap di gedung DPRD Kendal adalah Suparjo. Dia mengaku pihaknya sebenarnya mendukung pembangunan jalan tol Semarang-Batang. Tapi pembangunan itu jangan merugikan masyarakat.

“Harga tanah dan bangunan yang ditentukan oleh tim appraisal jauh dari angka yang pantas. Tidak cuma itu, ukurannya juga tidak seseuai dengan surat tanah tanah yang dimiliki warga,” kata Parjo.

Baca juga : Eksekusi Lahan Wakaf di Tol Batang-Semarang Ditunda

Parjo, menambahkan warga akan terus mengungsi di halaman gedung DPRD Kendal, sampai ada keputusan dari Jakarta.

“Hari ini, perwakilan warga dan pimpinan DPRD Kendal bersama para ketua Fraksi, sudah di Jakarta menghadap DPR RI, membicarakan kasus yang menimpa kami,” jelasnya.

Sebelumnya, Selasa (1/5) kemarin Ketua kelompok Dewan Perwakilan Daerah (DPD) MPR RI, Bambang Sadono mendatangi warga terdampak jalan tol Semarang- Batang yang mengungsi di halaman DPRD Kendal.

Bambang pada kesempatan itu menyempatkan diri berdialog dengan beberapa warga yang rumah dan tanahnya telah digusur tersebut. Anggota DPD dari Jawa Tengah itu menyayangkan ekseskusi tanah dan rumah milik warga yang kena dampak pembangunan jalan tol Semarang-Batang.

Baca juga : Tangis Histeris Warnai Eksekusi Lahan, Satu Warga Ditangkap Polisi

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Bireuen Positif Corona, Isolasi Mandiri di Rumah

Bupati Bireuen Positif Corona, Isolasi Mandiri di Rumah

Regional
Kronologi Ditemukannya Mayat Sekretaris yang Hamil di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit, Tubuh Penuh Luka

Kronologi Ditemukannya Mayat Sekretaris yang Hamil di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit, Tubuh Penuh Luka

Regional
7 Pegawai PN Karawang Terdiri dari Staf dan Hakim Positif Corona

7 Pegawai PN Karawang Terdiri dari Staf dan Hakim Positif Corona

Regional
Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Regional
Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Regional
Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Regional
Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Regional
'Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi'

"Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi"

Regional
Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Regional
'Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa'

"Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa"

Regional
Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Regional
Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Regional
Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit

Regional
Pamerkan Alat Kelamin ke Istri Orang Lewat Facebook, Seorang Oknum Kades Dilaporkan ke Polisi

Pamerkan Alat Kelamin ke Istri Orang Lewat Facebook, Seorang Oknum Kades Dilaporkan ke Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X