Kompas.com - 03/05/2018, 17:43 WIB
Sejumlah warga yang mengungsi di kantor DPRD Kendal, Kamis (3/5/2018). Mereka memilih mengungsi  karena rumahnya terkena dampak pembangunan jalan tol dieksekusi. Para warga ini memilih mengungsi dan menolak ganti rugi karena jumlahnya tidak sesuai. KOMPAS.com/Slamet PriyatinSejumlah warga yang mengungsi di kantor DPRD Kendal, Kamis (3/5/2018). Mereka memilih mengungsi karena rumahnya terkena dampak pembangunan jalan tol dieksekusi. Para warga ini memilih mengungsi dan menolak ganti rugi karena jumlahnya tidak sesuai.

KENDAL, KOMPAS.com - Puluhan warga terdampak pembangunan jalan tol Semarang-Batang di Kendal, Jawa Tengah, memilih bertahan di pengungian di Kantor DPRD Kendal. Di hari ke-7 pengungsian ini mereka tidur dan memasak di area parkir DPRD Kendal. 

Puluhan warga dari beberapa desa di Kendal tersebut sudah tidak memiliki tempat tinggal lantaran rumah mereka sudah dieksekusi dan rata dengan tanah. Sementara di lain pihak, mereka enggan menerima uang ganti rugi karena dianggap tidak sesuai. 

Uang ganti rugi dianggap tidak sesuai, tidak cuma masalah harga semata. Para warga di pengungsian ini juga mempertanyakan pengukuran tanah yang tidak sesuai dengan surat tanah yang mereka miliki.

Bagaimanakah kehidupan mereka selama mengungsi di kantor wakil rakyat tersebut? Inilah cerita beberapa warga yang mengungsi kepada Kompas.com. 

Baca juga : Pembebasan Lahan Tol Batang-Semarang Mendekati 100 Persen

Suwarti (60), warga Nolokerto Kaliwungu Kendal, mengatakan bahwa dirinya bersama beberapa pengungsi perempuan lain, bertugas memasak. Itupun kalau ada bahan yang akan dimasak. Jika tidak ada, dirinya lebih banyak tiduran di karpet plastik bersama yang lain.

“Rezeki Allah yang mengatur. Sering kami mendapat bantuan dari warga yang kasihan sama kami,” kata Suwarti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suwarti, mengaku dirinya bersama keponakan sudah sejak Jumat (27/4/2018) mengungsi di DPRD Kendal. Sebab ia tidak punya rumah, setelah tempat tinggalnya dieksekusi paksa dengan menggunakan alat berat.

Selama berada di kantor DPRD, kalau malam bersama warga lain dia tidur di emperan gedung dewan dan kadang di mushala.  “Barang-barang saya dititipkan di rumah saudara dan tetangga,” ujarnya.

Suwarti, tidak mau memgambil uang ganti yang dititipkan di Penhadilan Negri Kendal karena harganya tidak sesuai dengan yang diinginkannya.

Baca juga : Rumahnya Digusur untuk Bangun Jalan Tol, Warga Kendal Menginap di Gedung DPRD

Kasipan, warga lain yang juga mengungsi di DPRD Kendal , menambahkan akan menginap di komplek perkantoran DPRD sampai ada kejelasan kenaikan uang ganti.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.