Rumahnya Digusur untuk Bangun Jalan Tol, Warga Kendal Menginap di Gedung DPRD

Kompas.com - 27/04/2018, 15:21 WIB
Warga Kendal yang rumahnya terkena proyek tol Semarang-Batang saat menunggu pendirian tenda di halaman Gedung DPRD Kendal. Kompas.com/Slamet PriyatinWarga Kendal yang rumahnya terkena proyek tol Semarang-Batang saat menunggu pendirian tenda di halaman Gedung DPRD Kendal.

KENDAL, KOMPAS.com - Puluhan warga Kendal yang rumahnya terkena dampak pembangunan jalan tol Semarang-Batang menginap di Gedung DPRD Kendal, Jalan Soekarno-Hatta, Kendal, Jumat (27/4/2018).

Mereka menginap dengan membuat tenda di halaman kantor DPRD Kendal karena rumahnya dieksekusi setelah tidak mau menerima uang ganti yang sudah dititipkan di Pengadilan Negeri Kendal.

Menurut Sodikin, salah satu warga yang rumahnya terkena dampak pembangunan jalan tol, dirinya bersama warga lain terpaksa menginap di halaman kantor DPRD karena tidak mempunyai tempat tinggal.

Sebab, rumahnya sudah digusur menggunakan alat berat setelah ia tidak mau mengambil uang ganti di PN Kendal.

“Saya belum mau menerima uang ganti. Sebab, tanah dan rumah saya dihargai murah,” kata Sodikin.

Baca juga: Pembangunan Jalan Tol di Kendal Diprotes, Warga Tuntut Jalan Utama Dibuka

Warga Kertosari Brangsong tersebut mengaku rumahnya sudah dieksekusi satu minggu lalu. Selama ini, ia bersama keluarganya tinggal di rumah saudara.

“Saya malu kalau tinggal di rumah saudara terus,” ucapnya.

Senada dengan Sodikin, warga lain, Somiatun, mengaku bahwa dirinya belum mau menerima uang ganti.

Sebab, uang ganti yang diberikan terlalu rendah dan tidak bisa dibelikan rumah yang luas dan besarnya sama.

“Saya akan menginap di sini,” ujar Somiatun.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituding Selingkuh karena 'Chat' Suami Orang, Siti Lapor Polisi

Dituding Selingkuh karena "Chat" Suami Orang, Siti Lapor Polisi

Regional
Bayar Utang Rentenir, IRT di Wonogiri Curi dan Gadaikan Sertifikat Tanah Adiknya

Bayar Utang Rentenir, IRT di Wonogiri Curi dan Gadaikan Sertifikat Tanah Adiknya

Regional
Gerakan Sehari Tanpa Nasi di Salatiga, Ganjar: Ya Enggak Apa-apa Boleh Aja

Gerakan Sehari Tanpa Nasi di Salatiga, Ganjar: Ya Enggak Apa-apa Boleh Aja

Regional
Perjuangan Anastasia, Menjual Kayu Api untuk Hidupi Keluarga dan Menyekolahkan Anak

Perjuangan Anastasia, Menjual Kayu Api untuk Hidupi Keluarga dan Menyekolahkan Anak

Regional
Kasus Covid-19 di Ponorogo Capai 208 Orang, Sebagian Besar dari Klaster Pemudik

Kasus Covid-19 di Ponorogo Capai 208 Orang, Sebagian Besar dari Klaster Pemudik

Regional
43.231 Pemilih di Grobogan Tidak Memenuhi Syarat, 14.995 Orang Meninggal Dunia

43.231 Pemilih di Grobogan Tidak Memenuhi Syarat, 14.995 Orang Meninggal Dunia

Regional
Pernah Kontak dengan Bupati Ogan Ilir, 2 ASN Positif Corona

Pernah Kontak dengan Bupati Ogan Ilir, 2 ASN Positif Corona

Regional
Mengenal Kuskus Beruang, Hewan Endemik Sulawesi yang Semakin Langka

Mengenal Kuskus Beruang, Hewan Endemik Sulawesi yang Semakin Langka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Tubuh Ibu Rumah Tangga Diseret Buaya | Kabar Baik Vaksin Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Tubuh Ibu Rumah Tangga Diseret Buaya | Kabar Baik Vaksin Covid-19

Regional
Ajudan Wagub Sumbar Positif Covid-19, Wartawan dan ASN Jalani Tes Swab

Ajudan Wagub Sumbar Positif Covid-19, Wartawan dan ASN Jalani Tes Swab

Regional
Ponpes Sempon Wonogiri Belum Berkenan Terima Tamu dari Luar

Ponpes Sempon Wonogiri Belum Berkenan Terima Tamu dari Luar

Regional
Sebelum Nikahi 2 Wanita dalam Kurun 6 Hari, Sukartayasa Pertemukan Kedua Kekasihnya

Sebelum Nikahi 2 Wanita dalam Kurun 6 Hari, Sukartayasa Pertemukan Kedua Kekasihnya

Regional
Terduga Penyekap dan Penikam Karyawati Farmasi Ditangkap, Ternyata Masih Mahasiswa

Terduga Penyekap dan Penikam Karyawati Farmasi Ditangkap, Ternyata Masih Mahasiswa

Regional
Lewat Karikatur, Relawan Gibran Ajak Semua Elemen Wujudkan Pilkada Solo Damai

Lewat Karikatur, Relawan Gibran Ajak Semua Elemen Wujudkan Pilkada Solo Damai

Regional
Calon Istri Kaget Dapati Pasangannya Bunuh Diri 2 Hari Sebelum Pernikahan

Calon Istri Kaget Dapati Pasangannya Bunuh Diri 2 Hari Sebelum Pernikahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X