Kompas.com - 23/04/2018, 23:22 WIB
Terdakwa Tjipta Fudjiarta saat memberikan keterangan dalam persidangan kelima yang digelar di PN Batam dalam kasus sengketa kepemiliman BCC Hotel dan Apartemen yang ditangani Bareskrim Polri dan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung KOMPAS.COM/ HADI MAULANATerdakwa Tjipta Fudjiarta saat memberikan keterangan dalam persidangan kelima yang digelar di PN Batam dalam kasus sengketa kepemiliman BCC Hotel dan Apartemen yang ditangani Bareskrim Polri dan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung

BATAM, KOMPAS.com - Sidang kasus penipuan, penggelapan dan pemalsuan akta otentik  kepemilikan hotel dan apartemen BCC, dengan tersangka Tjipta Fudjiarta kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (23/4/2018) siang tadi.

Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi kedua ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejagung dan Kejari Batam hanya bisa menghadirkan satu saksi saja, yakni Ernita Coanti, istri Coanti Chandra.

Dalam saksinya, Ernita mengatakan, kasus ini berawal ketika salah seorang saudara mereka menghubungi dan meminta nomor telepon Coanti Chandra, yang merupakan suaminya. Dari sanalah, terdakwa Tjipta menghubungi Coanti dan menanyakan kegiatan atau bisnis apa yang dilakukan. Waktu itu, Coanti mengatakan bahwa ia tengah membangun hotel.

"Saat itulah terdakwa mengundang kami untuk main ke Medan, ke rumah terdakwa. Di sana kami ngobrol soal bisnis di Batam. Terdakwa mengaku dia minat untuk investasi hotel yang dipegang suami saya sebesar Rp 100 miliar. Dia juga bilang kalau dia itu bos minyak untuk Pertamina di Medan, makanya kami menyetujuinya," ungkap Ernita dalam persidangan.

Setelah panjang lebar berbincang, terdakwa menyanggupi memberikan pinjaman Rp 20 miliar, meski Coanti mengaku uang yang dibutuhkan sebesar Rp 50 miliar.

"Waktu itu suami saya sempat menawarkan untuk membuat surat perjanjian pinjam uang, namun terdakwa mengatakan tidak usah dan mengatakan dirinya hanya ingin membantu. Karena dia bilang seperti itu, makanya tidak dibuatkan surat atas peminjaman uang itu," jelas Ernita.

Baca juga : Sengketa BCC, Kuasa Hukum Sebut Dakwaan Jaksa Keliru

Ernita juga mengatakan, pemberian uang pinjaman ini dilakukan secara bertahap, hingga akhirnya terdakwa memberikan pinjaman dengan total Rp 29 miliar lebih. Uang tersebut dipergunakan untuk membayar pembelian saham oleh Coanti kepada pemegang saham awal, yakni Hasan, Wimeng dan Suwistri melalui Wimeng.

"Bahkan uang tersebut juga dipergunakan untuk membayar cicilan pinjaman dan bunga bank," ujar Ernita.

Selanjutnya, terdakwa mengaku ingin membeli saham secara langsung dari Wimeng, Hasan dan Suwistri. Akhirnya muncul akta nomor 2, 3 dan 4 tentang pengalihan saham ketiganya kepada Tjipta.

"Namun faktanya pengalihan saham tersebut tidak disertai dengan pembayaran oleh terdakwa sepeser pun. Namun pembangunan hotel terus berlangsung, dan suami saya terus mengeluarkan uang pribadinya untuk mendanai pembangunan hingga selesai di tahun 2012," jelasnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.