Pasca-Pembacokan, Dua Kelompok Pemuda di Baubau Terlibat Bentrok

Kompas.com - 30/03/2018, 22:43 WIB
Dua kelompok pemuda di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, terlibat bentrok dengan menggunakan senjata tajam di sekitar Jembatan Gantung, Lingkungan Kanakea, Kelurahan Nganganaumala, Kota Baubau, Jumat (30/03/2018), sore. DEFRIATNO NEKE / KOMPAS.COMDua kelompok pemuda di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, terlibat bentrok dengan menggunakan senjata tajam di sekitar Jembatan Gantung, Lingkungan Kanakea, Kelurahan Nganganaumala, Kota Baubau, Jumat (30/03/2018), sore.

BAUBAU, KOMPAS.com - Dua kelompok pemuda di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, terlibat bentrok dengan menggunakan senjata tajam di sekitar Jembatan Gantung, Lingkungan Kanakea, Kelurahan Nganganaumala, Kota Baubau, Jumat (30/03/2018), sore.

Bentrokan ini diduga akibat tewasnya seorang remaja, Muhamad Ridwan (15), warga Kelurahan Wameo, yang dibacok oleh orang tak dikenal.

"Kami tadi pagi mendapatkan informasi bahwa ada pergerakan massa, imbas dari penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Sekelompok pemuda berusaha bergerak menyerang ke salah satu kampung, tapi kami bisa menghalangi,” kata Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam, Jumat (30/03/2018).

Bentrokan mulai terjadi setelah warga Kelurahan Wameo melakukan pemakaman Muhamad Ridwan.

Puluhan pemuda dari warga Kelurahan Wameo, menduga pelaku pembacokan berasal dari kelompok Lingkungan Kanaeka. Dua kelompok ini sudah lama terlibat konflik hingga menyebabkan korban luka akibat senjata tajam.

Puluhan warga kemudian bergerak menuju ke Lingkungan Kanakea dengan membawa berbagai jenis senjata tajam.

Namun, usaha warga tersebut dihalau 137 personel gabungan dari Polres Baubau, Polres Buton, Kodim 1413 Buton, Brimob, dan anggota TNI Angkatan Laut.

(Baca juga: Seorang Remaja di Baubau Tewas Dibacok Orang Tak Dikenal)

Aksi saling lempar batu tak terbendung, yang mengakibatkan kaca jendela rumah warga pecah terkena batu. Untuk membubarkan aksi massa, polisi kemudian melepaskan gas air mata ke arah dua kelompok yang saling mendekat dengan membawa senjata tajam.

Kedua kelompok pemuda kemudian berlarian menghindari tembakan gas air mata oleh petugas kepolisian. Polisi juga sempat mengamankan beberapa pemuda yang diduga terlibat bentrokan.

Terlihat Kapolres Baubau berusaha melakukan upaya pendekatan persuasif kepada kedua kelompok untuk mundur.

"Alhamdulillah, pukul 18.00, situasi sudah terkendali. Yang diamankan, untuk sementara ini, kami masih melakukan pendataan," ucap Daniel.

"Kalau memang diamankan karena situasi, akan kami lepaskan kembali. Tetapi bila yang bersangkutan terindikasi melakukan tindak pidana, kami akan lakukan pemeriksaan," ujar dia.

Sementara itu, beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi bentrokan, dievakuasi polisi ke rumah kerabatnya yang lebih aman.

Hingga saat ini, aparat keamanan dari Polres Baubau, Polres Buton, Kodim 1413 Buton, Brimob dan anggota pos TNI Angkatan Laut masih melakukan penjagaan di Jembatan Gantung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X