Relawan Ancam Tinggalkan Demokrat Kalau Tak Serius Dampingi JR Saragih

Kompas.com - 28/03/2018, 06:20 WIB
Para relawan JR Saragih-Ance Selian melakukan aksi protes dengan mengumpulkan atribut partai di tengah lokasi orasi, Selasa (27/3/2018) KOMPAS.com / Mei LeandhaPara relawan JR Saragih-Ance Selian melakukan aksi protes dengan mengumpulkan atribut partai di tengah lokasi orasi, Selasa (27/3/2018)

MEDAN, KOMPAS.com - Kekalahan kembali didulang Jopinus Ramli (JR) Saragih di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Kota Medan. Majelis hakim yang diketuai Bambang Edy Soetanto menerima eksepsi tergugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut dan menilai gugatan yang dilayangkan JR Saragih prematur.

"Menerima eksepsi tergugat dalam pokok perkara dan menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima karena dianggap prematur. Majelis memberikan waktu lima hari sejak putusan dibacakan kepada penggugat untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung," kata Bambang, Selasa (27/3/2018).

JR Saragih tidak terlihat menghadiri persidangan tersebut. Hanya Ance Selian dan kuasa hukumnya yang hadir. Sementara Ketua KPU Sumut Mulia Banurea datang bersama kuasa hukumnya, Hadiningtyas.

Usai persidangan, Hadiningtyas mengatakan, gugatan pasangan JR Saragih-Ance Selian tidak diterima karena beberapa tahapan terkait sengketa pemilu masih berjalan di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut.

Baca juga : Tiga Jaksa Disiapkan untuk Persidangan JR Saragih

"Sesuai putusan Bawaslu adalah KPU dan JR Saragih bersama-sama meleges fotokopi ijazahnya ke Jakarta, akhir putusan pada 16 Maret. Mereka malah mendaftarkan gugatan pada 7 Maret," katanya.

"Artinya saat itu masih ada proses administrasi yang sedang berlangsung di Bawaslu. Cuma itu yang kami tulis di eksepsi kemarin dan diterima majelis hakim," lanjut Aprinop.

Terkait putusan PT TUN ini, kekecewaan tidak bisa menutupi wajah para relawan. Mereka langsung mendatangi kantor DPD Partai Demokrat Sumut di Jalan Abdullah Lubis, Kota Medan.

Massa melakukan aksi protes dengan mengumpulkan atribut partai di tengah lokasi orasi. Para relawan yang kecewa merasa JR Saragih telah ditinggalkan para pengurus DPD dan DPP selama proses hukum.

"Kami akan meninggalkan Partai Demokrat kalau pengurus tidak serius mendampingi JR Saragih saat kasasi. Kalau putusan MA nanti tetap menolak, tapi mereka maksimal mendampingi JR-Ance, kami akan tetap menjadi Demokrat, PKB dan PKPI," teriak Aprinop Saragih, ketua Relawan JR Saragih-Ance Selian.

Baca juga : Pasangan JR Saragih: Kami Akan Terus Mencari Keadilan

Aprinop menungkapkan, JR Saragih sudah berpesan kepada para relawan agar tetap menjaga kondusivitas pasca-putusan PT TUN. Dia tidak ingin terjadi kegaduhan dan mengatakan akan ada sesuatu yang luar biasa terjadi di Mahkamah Agung nanti.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

Regional
Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Regional
Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X