Pasangan JR Saragih: Kami Akan Terus Mencari Keadilan

Kompas.com - 27/03/2018, 23:19 WIB
Ance Selian, pasangan JR Saragih dalam Pilkada Sumut 2018, mengatakan akan terus mencari keadilan. KOMPAS.com/Mei LeandhaAnce Selian, pasangan JR Saragih dalam Pilkada Sumut 2018, mengatakan akan terus mencari keadilan.


MEDAN, KOMPAS.com - Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Kota Medan mengabulkan eksepsi tergugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut dan menolak gugatan Jopinus Ramli (JR) Saragih karena dianggap prematur.

Terkait putusan ini, pasangan JR Saragih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumut 2018, Ance Selian, mengatakan akan terus mencari keadilan.

"Kami akan terus berjuang mencari keadilan. Walau di sini kami kalah, kami akan tetap berjuang. Kami akan mempelajari dulu putusan itu, semua kita serahkan ke tim kuasa hukum," kata Ance, Selasa (27/3/2018).

Senada dengan Ance, seorang anggota tim kuasa hukum JR Saragih-Ance Selian, Ikwaluddin Simatupang, juga mengatakan akan mempelajari putusan tersebut.

"Kami belum mengambil sikap apakah akan melakukan upaya hukum kasasi. Kami akan pelajari dulu putusan majelis, tadi kan baru dibacakan, jadi kami belum terima. Kami pelajari dulu," ujar Ikwaluddin.

Baca juga: Ditolak, Gugatan JR Saragih-Ance Selian ke PT TUN

Sikap Partai Demokrat pun tak jauh beda, yaitu menyatakan belum menentukan sikap terhadap putusan PT TUN itu. 

"Saya belum bisa berkomentar banyak, yang jelas partai menghormati putusan dan tetap mematuhi proses hukum yang berjalan. Saya diskusi dulu dengan DPP, apa perintah selanjutnya. Saya tidak bisa berkomentar panjang karena masih baru," kata Pelaksana Tugas Ketua DPD Demokrat Sumut Herri Zulkarnain.

Sebelumnya, majelis hakim yang diketuai Bambang Edy Soetanto menerima eksepsi tergugat KPU Sumut dan menilai gugatan JR Saragih prematur.

Lima hari setelah putusan dibacakan menjadi waktu bagi JR Saragih apakah akan menempuh upaya hukum terakhir, yaitu kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Soal gugat-menggugat KPU bukan hal baru bagi JR Saragih. Pada 6 Desember 2015, tepatnya tiga hari sebelum pelaksanaan Pilkada Serentak 2015, dia mendaftarkan diri sebagai petahana yang maju pada Pilkada Simalungun.

Dia nyaris gagal karena putusan MA menyatakan calon wakilnya, Amran Sinaga, melakukan tindak pidana. JR Saragih-Amran Sinaga akhirnya menang.

Baca juga: Pilkada Sumut, Djarot-Sihar Disebut Berpeluang Dapat Limpahan Suara JR Saragih-Ance

Kompas TV Kadispen menerangkan, J.R. Saragih tak bisa dikenakan sanksi karena mengaku berpangkat kolonel. Pasalnya, Saragih sudah tidak berstatus TNI.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X