Dalam Sehari, Bea dan Cukai Kepri Sita Barang Selundupan dari Dua Kapal

Kompas.com - 18/03/2018, 15:10 WIB
Kapal KM BT 1 GT 33 Bendera Indonesia, yang ditegah sekitar pukul 20.56 WIB di sekitar perairan Pulau Pandang Sumut, membawa ballpress sekitar 430 bale, tanpa dilindungi dokumen manifes kapal. DOK. KANWIL DJBC KHUSUS KEPRIKapal KM BT 1 GT 33 Bendera Indonesia, yang ditegah sekitar pukul 20.56 WIB di sekitar perairan Pulau Pandang Sumut, membawa ballpress sekitar 430 bale, tanpa dilindungi dokumen manifes kapal.

 


BATAM, KOMPAS.com - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau kembali berhasil menegah dua kapal yang membawa barang ilegal dari Malaysia, yang hendak diselundupkan ke sejumlah wilayah di Indonesia, Sabtu (17/3/2018).

Penegahan dua kapal ini dilakukan dalam sehari, yang hanya berbeda lebih kurang 20 menit antara kapal yang satu dengan kapal lainnya.

Kapal pertama, yaitu KM BT 1 GT 33 bendera Indonesia, ditegah sekitar pukul 20.56 WIB di sekitar perairan Pulau Pandang Sumut. Kapal ini membawa ballpress sekitar 430 bale, tanpa dilindungi dokumen manifes kapal.

Sementara kapal kedua, KM Saudara bendera Indonesia dari Malaysia tujuan Dumai, ditegah di Perairan Sinaboi sekitar pukul 21.15 WIB, dengan muatan barang campuran berupa food supplement, tanpa dilindungi dokumen manifes dan dokumen kapal yang sah.

Baca juga: Musnahkan Hasil Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Elektronik dan Sembako 

Petugas Humas Kanwil DJBC Khusus Kepri, Refly Feller Silalahi, mengatakan, kedua kapal itu diamankan karena membawa barang impor tanpa dilingkapi dokumen yang sah.

Meski diamankan dalam waktu yang sama, tetapi lokasi kedua kapal itu berbeda.

"KM BT 1 GT 33 diamankan Satgas Patroli Bea dan Cukai Kepri menggunakan Kapal Patroli BC30001, sedangkan KM Saudara diamankan Satgas Patroli Bea dan Cukai Kepri menggunakan Kapal Patroli BC30004," kata Refly, Minggu (18/3/2018).

Untuk kapal KM BT 1 GT 33, murni bermuatan ballpress, sedangkan di kapal KM Saudara masih ada sebagian yang belum siap diperiksa karena jumlah barangnya terbilang lebih banyak.

"Mulai dari charger atau electric cigarette component dan barang lainnya yang pemeriksaan belum dapat dilakukan secara mendalam," ungkap Refly.

Selain barang muatan dan kedua kapal, petugas juga mengamankan delapan anak buah kapal, termasuk nakhodanya.

"Barang bukti dan lima ABK KM BT 1 GT 33 saat ini sudah diamankan di Pangkalan Sarana Operasi BC Belawan, Kanwil DJBC Sumut, guna pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan KM Saudara dan tiga ABK-nya saat ini berada di KPPBC Dumai guna pemeriksaan lebih lanjut," terang Refly.

Baca juga: Bea dan Cukai Kepri Gagalkan Penyelundupan 171 Ton Rotan ke Malaysia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Regional
Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Regional
Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X