Ketika Lagu "Sayang" Via Vallen Mengalun di Sidang Istimewa DPRD Semarang

Kompas.com - 15/03/2018, 15:27 WIB
Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Semarang dalam rangka HUT ke 497 Kabupaten Semarang, Kamis (15/3/2018) siang. Kompas.com/ syahrul munirSidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Semarang dalam rangka HUT ke 497 Kabupaten Semarang, Kamis (15/3/2018) siang.

UNGARAN, KOMPAS.com - Siapapun tidak akan pernah membayangkan lagu dangdut jawa berjudul "Sayang" yang dipopulerkan oleh penyanyi Via Vallen ditampilkan dalam sebuah acara resmi di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Semarang saat digelar Sidang Paripurna Istimewa HUT ke-497 Kabupaten Semarang, Kamis (15/3/2018) siang.

Para pejabat yang hadir, Bupati Semarang Mundjirin, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto, anggota DPRD, Kepala OPD dan jajaran Forkompinda ikut kaget dan setengah tidak percaya saat kelompok paduan suara SMA Negeri 1 Ungaran membawakan lagu ini.

Tepuk tangan para hadirin pun menggema di seisi ruangan itu. "Ueedann, apik banget, surprise," kata salah seorang tamu yang hadir.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Ungaran, Hari Murti mengatakan, lagu "Sayang" yang kerap dibawakan oleh Via Vallen ini sengaja bawakan untuk menghibur para tamu undangan dalam sidang paripurna Istimewa ini.

Baca juga : Heboh Pesta Pernikahan Anak Pengusaha Tambang Nonstop 10 Hari, Ada Ayu Ting-Ting hingga Via Vallen

Tak hanya lagu "Sayang", para siswa ini juga dengan apik dan atraktif menyanyikan lagu berlanggam jawa berjudul "Jangkrik Ginggong".

“Para siswa menyiapkan ini selama dua minggu, usai jam sekolah. Untuk permintaan lagu dari Setwan sebetulnya hanya tiga, yaitu 'Indonesia Raya', 'Padamu Negeri' dan 'Mars Kabupaten Semarang',” kata Hari.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto yang memimpin sidang paripurna ini mengapresiasi penampilan paduan suara SMAN 1 Ungaran ini.

Ia meminta kepada eksekutif agar mendukung dan memberdayakan paduan suara SMAN 1 Ungaran dalam berbagai kesempatan.

"Silakan bapak ibu, adik-adik kita ini ditanggap. Gratis, cukup sediakan saja seragam dan sepatunya," kata Bambang.

Saking terpesonanya Bambang melihat penampilan paduan suara tersebut, dia berjanji pada peringatan HUT Kabupaten Semarang tahun berikutnya, akan digelar lomba paduan suara.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X