Polisi Buru Pengunggah Pertama Berita Hoaks Penganiayaan Marbut Masjid

Kompas.com - 02/03/2018, 07:12 WIB
UR, marbut masjid yang merekayasa penganiayaan terhadap dirinya tengah memperagakan bagaimana dirinya merekayasa dengan mengikat dirinya sendiri, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (1/3/2018) KOMPAS.com/AGIE PERMADIUR, marbut masjid yang merekayasa penganiayaan terhadap dirinya tengah memperagakan bagaimana dirinya merekayasa dengan mengikat dirinya sendiri, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (1/3/2018)

BANDUNG, KOMPAS.com - Setelah menjerat UR, marbut masjid di Garut dengan pasal laporan palsu, polisi kini mengejar pelaku yang pertama kali mengunggah berita hoaks tersebut ke media sosial. 

Berita hoaks tersebut berisi informasi penganiayaan terhadap marbot masjid, UR, di Garut. Setelah dilakukan penyelidikan, penganiayaan tersebut tak pernah ada. Bahkan UR mengaku merekayasa penganiayaannya itu.

"Ada dua kasus di Garut. Kasus pertama, kasus laporan palsu kita proses dengan pidana umum pasal 242 ancaman hukuman 7 tahun dan pengunggahan ke medsos," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana, Kamis (1/3/2018) malam.

Umar mengaku, pihaknya tengah mendalami penyebar berita hoaks penganiayaan marbut mesjid di Garut tersebut. "Ini kita dalami, jelas untuk medsos ada dua Facebook dan media online yang ada di tempat luar Jawa," tuturnya.

(Baca juga : Marbut Masjid Perekayasa Penganiayaan Dikenakan Pasal Laporan Palsu )

Penyebaran berita hoaks di Garut ini, sambung Umar, banyak tersebar di WhatsApp (WA) grup bukan di media sosial.

"Yang kemarin itu kecenderungannya di WA grup bukan di medsos. Medsos itu bisa di take down kurang lebih 30 menit dari pas pertama kali upload di Facebook. Facebook nya pun sudah kita dapatkan identitasnya. Namun dalam 30 menit itu sempat diambil dan berkembang ke WA grup," jelasnya.

"Sampai ke pimpinan pun bukan dalam konten medsos tapi konten WA grup, itu muter ke seluruh dunia. Saya dapat dari Makassar saat itu," imbuhnya.

Pihaknya tengah mengidentifikasi sumber penyebar berita hoaks di grup WA. "Sedang identifikasi apakah satu sumber di facebook yang pertama," katanya.

Tak hanya itu, polisi telah mengidentifikasi salah satu media online yang meng-upload berita hoaks tersebut.

 

(Baca juga : Marbut Masjid yang Rekayasa Penganiayaan di Garut Dapat Sepeda hingga Uang)

"Yang kedua, 30 menit pas Facebook pertama itu muncul (berita hoaks) ada satu media online yang sudah kita ketahui tempatnya di Sumatera Selatan dan kita sudah koordinasi dengan Polda setempat," tuturnya.

"Dia (media online) adalah satu-satunya online yang meng-upload berita tersebut setelah itu take down juga. Jadi hanya bertahan 1,5 jam atau 2 jam maksimal take down dihapus namun identifikasi sudah didapat," pungkasnya.

Umar menjelaskan, tim yang mengungkap masalah hoaks dibantu Direktorat tim Cyber Bareskrim Polri tengah bekerja.

"Saat ini tengah memasuki proses celebrate dan teknis-teknis lain. Mudah-mudahan sih tidak begitu lama bisa kita rilis siapa pengunggah pertamanya," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Regional
Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X