Kompas.com - 01/03/2018, 20:35 WIB
Penyu hijau sempat dirawat semalam di kolam pemandian wisatawan di Pantai Congot, Kulon Progo, Yogyakarta. Penyu dirawat karena tampak lemas setelah tersangkut jaring nelayan, Rabu (28/2/2018) sore lalu. Warga pun mengembalikannya ke laut Pantai Congot, Kamis (1/3/2018) siang. KOMPAS.com/Dani JPenyu hijau sempat dirawat semalam di kolam pemandian wisatawan di Pantai Congot, Kulon Progo, Yogyakarta. Penyu dirawat karena tampak lemas setelah tersangkut jaring nelayan, Rabu (28/2/2018) sore lalu. Warga pun mengembalikannya ke laut Pantai Congot, Kamis (1/3/2018) siang.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Kastudi dan Warko membantu seekor penyu hijau (Chelonia mydas) itu sampai jangkauan empasan ombak di Pantai Congot, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Penyu hijau itu cepat sekali hilang begitu ditelan ombak.

Sebagian dari puluhan warga yang menyaksikan momen itu langsung tepuk tangan. Mereka menyambut gembira upaya mengembalikan penyu itu ke laut.

“Masyarakat Congot sini sudah sangat peduli,” kata Warko, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Pantai Congot, Kamis (1/3/2018).

Penyu ini tersangkut jaring nelayan pada Rabu (28/2/2018) menjelang petang. Penyu itu dalam kondisi stres dan lemas ketika tertangkap. Nelayan dan warga mengamankan penyu itu ke sebuah kolam renang yang tersebar di pantai wisata ini sebelum dikembalikan ke laut.

“(Semalaman) penyu itu sudah kembali baik,” ujar Rukiman, nelayan jaring tarik. Ia menceritakan bahwa tiap sore ia menjaring di tepi pantai Desa Jangkaran. Jaring tariknya bisa sejauh 700 meter dari pantai. Ketika menarik jaring, ia malah mendapat penyu yang tersangkut.

Baca juga: 70 Tukik Penyu Lekang dan Satu Penyu Hijau Dewasa Dilepasliarkan

Penyu itu sangat besar. Panjang dari kepala ke ekor sekitar 100 cm. Lebar karapasnya diperkirakan 70 cm. Dengan ukuran sebesar itu, penyu tidak bisa diangkat seorang diri. Setelah melepaskannya dari jaring, mereka mengangkat dengan sebilah bambu sebagai alat bantu, lantas dimasukkan ke kolam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“(Kolam) saya di sini juga tidak masalah dipakai untuk hal-hal seperti ini. Tinggal di sini saja,” ucap Kastudi.

Kabar mengenai penyu terjaring pun cepat tersiar. Warga berdatangan untuk menonton pada keesokan harinya.

Setelah semalam berada dalam kolam air asin, penyu itu dianggap membaik, kemudian dikembalikan ke laut pada Kamis siang. Penyu kembali diangkat dengan alat bantu bambu. Warga mengikuti upaya pengembalian penyu itu ke laut. Mereka bertepuk tangan ketika penyu itu langsung hilang setelah ditelan ombak laut.

Baca juga: Di Gunung Kidul, Pengunjung Temukan Penyu Mati di Pantai Sepanjang

Warso, dari Lembaga Pelestari Hutan Mangrove Pesisir Wana Tirta, mengatakan, pantai di Jangkaran memang memiliki riwayat penemuan penyu. Satwa ini sebenarnya mampir ke pantai untuk bertelur.

Dulunya, warga sering mengambil telur itu untuk diperdagangkan. Aktivitas itu sudah lama hilang. Warga juga jarang menemukan penyu mampir ke pantai.

“Sempat ada berita ada yang mendapatkan ndog pasiran (bahasa Jawa dari telur di dalam pasir). Kalau ketemu, mau kami kembalikan biar menetas. Setelah kami cari tidak ada,” kata Warso.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X