Kompas.com - 22/02/2018, 09:22 WIB
Santi mewarnai dan mengeringkan paving berbahan sampah plastik. Di pesantren ini, sampah disulap menjadi benda bernilai ekonomi. KOMPAS.com/Ahmad FaisolSanti mewarnai dan mengeringkan paving berbahan sampah plastik. Di pesantren ini, sampah disulap menjadi benda bernilai ekonomi.

PROBOLINGGO, KOMPAS.comSantri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo, berhasil menyulap sampah menjadi benda bernilai ekonomis.

Mereka menyulap sampah plastik menjadi paving yang kekuatannya tak kalah dengan paving biasa. Ketebalan paving mencapai 6 cm dengan panjang 20 cm.

Ide ini berawal dari pemandangan sampah yang menumpuk di sekitar ponpesnya, bertebaran di sana-sini. Padahal sampah, terutama sampah plastik, sulit dimusnahkan. 

Keresahan tersebut mendorong Muzakki Hasyim, santri kelas VIII MTs Zainul Hasan Genggong, memanfaatkan sampah agar bernilai. Dengan bimbingan gurunya, Nanang Isharianto, Muzaki menciptakan produk inovatif, yakni paving berbahan sampah plastik.  

(Baca juga : Cegah Hoaks di Medsos, Santri Jateng Buat Konten Islami yang Menyejukkan)

Nanang menjelaskan, plastik dibakar tidak akan hangus, dikubur pun sulit terurai. Karena itu, plastik ternyata memiliki kekuatan. Pas bila dibuat paving.

“Sekitar dua bulan kami dan santri memikirkan cara memanfaatkan sampah plastik tersebut. Alhasil, muncul ide untuk mengolah sampah plastik itu untuk dicetak menjadi paving,” katanya kepada Kompas.com, Minggu (18/2/2018).  

Sejumlah santri lalu mempraktekkan pembuatan paving dari bahan sampah plastik. Setelah sampah plastik digoreng hingga meleleh, plastik meleleh itu lalu dicetak menjadi serupa paving stone.

Hasil cetakan kemudian direndam di dalam air dingin sekitar 30 menit. Setelah dingin, cetakan itu menjadi keras. Lalu, paving dikeringkan dan diwarnai sesuai selera. Ada yang mewarnai dengan merah, hitam, dan biru. Di bagian tengah paving diberi garis-garis. 

“Proses pembuatan paving memakan waktu cukup lama. Pembuatan satu buah paving butuh banyak sampah plastik. Setiap satu paving butuh 1,5 kg sampah plastik. Jika plastiknya kresek, satu paving bisa habis 4 kilogram,” tukasnya.

(Baca juga : Ketika Santri Siswa SMP Mengajari Pelajar SD Cara Membuat Robot... )

Sementara ini, kreativitas santri tersebut masih dalam fase percobaan. Sebab, cetakan yang tersedia baru ada satu jenis. Dalam sehari cetakan tersebut bisa menghasilkan 5-6 paving, tergantung stok plastik di gudang.

“Paving plastik itu bisa dikatakan lebih kuat dari paving biasanya. Meskipun diinjak atau dilempar, tidak akan pecah. Paving yang dicetak itu berdiameter 20 cm dan ketebatalan 6 cm,” katanya.

Karena setiap satu paving menghabiskan plastik cukup banyak, harga jualnya juga terhitung mahal. Setiap satu buah paving dibanderol Rp 15.000. Bahkan pembeli bisa meminta jenis pesanan paving yang diinginkan, termasuk warnanya.

Kepala MTs Zainul Hasan Genggong, KH Moh Hasan Naufal mengatakan, produk paving yang diciptakan santrinya akan terus dikembangkan. Ia menargetkan, produk tersebut bisa terjual di pasaran sehingga menyaingi produk paving lainnya di Kabupaten Probolinggo.

“Kami akan tambah alat cetaknya supaya bisa menciptakan paving lebih banyak lagi dalam sehari. Sampah plastik yang disulap menjadi paving, selain menjaga kebersihan dan mengurangi sampah, juga bisa digunakan untuk membikin paving,” jelasnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Regional
LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X