Kompas.com - 01/02/2018, 08:54 WIB
Sejumlah warga berkeliling kampung sambil menabuh bunyi-bunyian saat terjadi super blue blood moon atau gerhana matahari total perige di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Rabu (31/1/2018) malam. KOMPAS.com/Andi HartikSejumlah warga berkeliling kampung sambil menabuh bunyi-bunyian saat terjadi super blue blood moon atau gerhana matahari total perige di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Rabu (31/1/2018) malam.
|
EditorErwin Hutapea

MALANG, KOMPAS.com - Gerimis membasahi Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Rabu (31/1/2018) malam. Fenomena super blue blood moon atau gerhana bulan total perige yang terjadi ketika itu tidak tampak sedikit pun.

Langit gelap. Warga tidak mendapatkan apa yang ditunggu-tunggunya.

Kendati demikian, semangat warga menyambut fenomena yang terjadi sekali dalam 2.380 purnama itu tidak surut. Gerimis tidak membuat warga membiarkan fenomena itu berlalu begitu saja.

Tepat saat gerhana bulan total perige itu diprediksi terjadi, sejumlah warga keluar dari rumahnya. Masing-masing dari mereka membawa alat musik untuk ditabuh, seperti angklung, kulintang, dan djembe.

Mereka berkumpul, lalu membunyikan setiap alat musik yang dipegangnya sehingga membentuk irama.

Sembari itu, mereka berjalan menyusuri jalan desa dan memasuki gang-gang di desa tersebut. Mereka menyebutnya sebagai tradisi kotekan saat terjadi gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari.

Tradisi tetabuhan atau kotekan itu dilakukan masyarakat terdahulu untuk mengejar Batara Kala. Dalam cerita Jawa kuno, gerhana bulan terjadi karena ada Batara Kala yang hendak menelannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Fenomena Gerhana Bulan Total Menurut Tradisi Jawa

Oleh karenanya, saat terjadi gerhana bulan, sebagian masyarakat Jawa kuno menjalankan tradisi tersebut untuk mengusir raksasa dan memaksanya untuk memuntahkan bulan yang telah ditelannya.

"Ini sebetulnya respons spontanitas ya. Mendengar cerita dari masyarakat sini ada tradisi seperti ini. Bulannya dimakan Betoro Kolo gitu," kata Redy Eko Prasetyo, salah satu seniman di desa tersebut.

"Tetapi, kami meresponsnya pada perspektif membangkitkan potensi kreativitas. Bahwa momentum ini fenomena alam. Tapi, bagaimana fenomena alam ini kita sikapi sebagai spirit bahwa alam memang mempunyai perubahan-perubahan. Alam itu dinamis, maka wilayah-wilayah kreatif juga dinamis," imbuhnya.

Sejumlah warga berkekeliling sambil menabuh bunyi -bunyian (kotekan) saat terjadi super blue blood moon atau gerhana bulan total perige di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Rabu (31/1/2018) malam.KOMPAS.com/Andi Hartik Sejumlah warga berkekeliling sambil menabuh bunyi -bunyian (kotekan) saat terjadi super blue blood moon atau gerhana bulan total perige di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Rabu (31/1/2018) malam.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.