Uang yang Ditemukan di Balai Kota Makassar Sebagian Hasil Suap

Kompas.com - 25/01/2018, 08:46 WIB
Suap. ThinkstockSuap.
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Uang miliaran dalam bentuk rupiah, dollar, dan euro yang disita polisi dari kantor Balai Kota Makassar mulai terungkap. Uang senilai Rp 300 juta di antaranya ternyata hasil suap dari sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Kamis (25/1/2018).

Dari kasus suap itu, kata Dicky, polisi menetapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar Erwin Syafruddin sebagai tersangka.

"Dari uang 1 miliar lebih dalam bentuk rupiah, dollar dan euro itu, ada sebuah amplop berisi uang Rp 300 juta. Dari hasil penyidikan, uang tersebut merupakan suap dari dari CV Wyata Praja atas pembayaran pengadaan langsung ATK, pengadaan dan makan minum untuk periode bulan November hingga Desember 2017," ungkap Dicky.

Dia membeberkan saksi-saksi yang telah diperiksa penyidik terkait kasus temuan uang 1 miliar lebih itu yakni Alam (tenaga honorer), Lilis (bendahara pengeluaran), Alham Ramly (CV Wyata Praja), 7 saksi dari perusahaan penyedia, dan saksi pejabat pengadaan.

"Selaku kepala BPKAD Makassar, tersangka Erwin melakukan penunjukan langsung semua pengadaan alat tulis kantor (ATK), pengadaan makan dan minum kepada 7 perusahaan tanpa proses pengadaan. Perusahaan wajib menyetorkan 95 persen dana pembayaran yang dikumpulkan melalui saksi Alam dan Lilis. Dari dana itu, 5 persen diberikan kepada pihak penyedia sebagai fee dan penyedia tidak perlu melaksanakan pengadaan tersebut," bebernya.

Baca juga : Lagi, 1 Pejabat Pemkot Makassar Ditetapkan Tersangka Korupsi

Dicky melanjutkan, penyetoran uang suap tersebut merupakan perintah tersangka Erwin. Kemudian atas perintah tersangka, dana 95 persen itu sebagian digunakan oleh Lilis untuk belanja langsung ATK, penggandaan dan makan serta minum. Sebagiannya lagi digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka, termasuk pemberian ke beberapa pihak melalui tunai maupun transfer.

"Jadi baru senilai 300 juta dalam bentuk rupiah dari total 1 miliar lebih uang sitaan yang terungkap. Selebihnya masih ada uang dalam bentuk mata uang rupiah, dollar, dan euro yang masih diselidiki," tandasnya.

Dicky menegaskan, tersangka Erwin dikenakan pasal 12 huruf i Subs Pasal 11 Subs pasal 12 huruf b UU No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Barang bukti yang disita berupa uang senilai Rp 300 juta, dokumen pengadaan langsung ATK, pengadaan makan dan minum, rekening koran 7 perusahaan penyedia barang dan jasa, print out catatan penggunaan belanja langsung ATK, pengadaan makan dan minum, print out catatan penggunaan pribadi atas tersangka," tuturnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Regional
Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Regional
Vaksinasi Covid-19 Pejabat Majalengka Dilakukan Secara Terbuka pada 3 Februari

Vaksinasi Covid-19 Pejabat Majalengka Dilakukan Secara Terbuka pada 3 Februari

Regional
Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Regional
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 150 Warga Turgo Sleman Mengungsi

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 150 Warga Turgo Sleman Mengungsi

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Cianjur Didominasi Milenial, Abai Pakai Masker

Pelanggar Protokol Kesehatan di Cianjur Didominasi Milenial, Abai Pakai Masker

Regional
Ingin Tanam Kelapa, Warga Aceh Utara Malah Temukan Bom

Ingin Tanam Kelapa, Warga Aceh Utara Malah Temukan Bom

Regional
Dua dari Sepuluh Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Dua dari Sepuluh Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Regional
Gelap Mata Ditolak Jadi Pacar, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Siswi SMP di Parit Sawah

Gelap Mata Ditolak Jadi Pacar, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Siswi SMP di Parit Sawah

Regional
2 Minggu Dirawat di Jakarta, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Sembuh dari Covid-19

2 Minggu Dirawat di Jakarta, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Sembuh dari Covid-19

Regional
Tanam Ganja di Pot, Dua Pegiat Lingkar Ganja Nusantara Diamankan

Tanam Ganja di Pot, Dua Pegiat Lingkar Ganja Nusantara Diamankan

Regional
Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Karawang Dilakukan 29 Januari 2021

Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Karawang Dilakukan 29 Januari 2021

Regional
7.000 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Sumedang, 3.500 Nakes Siap Disuntik

7.000 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Sumedang, 3.500 Nakes Siap Disuntik

Regional
Bungkusan Tahu Goreng Berisi 50 Paket Ganja Diselundupkan ke Lapas Lowokwaru Malang

Bungkusan Tahu Goreng Berisi 50 Paket Ganja Diselundupkan ke Lapas Lowokwaru Malang

Regional
Awan Panas Merapi Mencapai 2.000 Meter, Sirine EWS di Ngrangkah Sempat Dibunyikan

Awan Panas Merapi Mencapai 2.000 Meter, Sirine EWS di Ngrangkah Sempat Dibunyikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X