Jalani Tes Kesehatan, Ini Komentar Seorang Calon Bupati Temanggung

Kompas.com - 13/01/2018, 19:09 WIB
Bakal calon bupati Temanggung, HM Al Khadziq menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (13/1/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniBakal calon bupati Temanggung, HM Al Khadziq menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (13/1/2018).
|
EditorErvan Hardoko

SOLO, KOMPAS.com - Bakal calon bupati Temanggung, HM Al Khadziq menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (13/1/2018).

Saat menjalani tes kesehatan yang dimulai pada Jumat (12/1/2018) ini, Khadziq mengaku paling susah saat diminta menahan hasrat untuk buang air kecil.

"Disuruh puasa sejak tadi malam sampai tadi pagi. Yang paling susah itu disuruh menahan kencing. Disuruh minum air putih banyak enggak boleh kencing," kata Khadziq usai menjalani tes kesehatan.

Dia menilai, tes kesehatan tersebut sudah sesuai dengan amanat undang-undang bahwa calon pimpinan daerah itu harus sehat.

Baca juga : Naik Delman, Bang Somat Daftar ke KPU untuk Pilkada Temanggung

Menurutnya, apabila calon pimpinan daerah buruk kondisi kesehatannya maka yang paling dirugikan adalah rakyat.

"Kami harus sabar ikut menjalani tes kesehatan selama dua hari di Solo. Mulai kemarin (Jumat) pagi sampai Sabtu pagi," kata dia.

Tes kesehatan para calon kandidat Pilkada Serentak 2018 meliputi tes narkoba (urine), tes kesehatan jasmani, tes kejiwaan, tes IQ, tes wawancara, tes urine diabetes, jantung hingga tes psikotes.

Khadziq mengatakan, tes psikotes menjadi sesi paling melelahkan karena harus menjawab 600 soal dalam waktu 90 menit.

"Lumayan melelahkan. Semua bisa saya selesaikan dalam waktu 50 menit," katanya.

Lebih lanjut Khadziq mengaku tidak khawatir dinyatakan tidak lolos tes kesehatan. Hal menjadi permasalahan, lanjut dia, para calon kepala daerah kurang memperhatikan kondisi kesehatan.

Apalagi di tengah situasi Pilkada dengan kegiatan padat seperti melakukan sosialisasi setiap hari membuat mereka kurang melakukan aktivitas olahraga, makan tidak teratur, dan sibuk kampanye.

"Sehingga ketika dites, ya (mungkin) khawatir kondisi kita menurun. Beda kalau hari-hari biasa tidak ada kesibukan bisa menjaga kesehatan, pola makan," ujar dia.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Dr Moewardi, Ikhwan Hamzah menjelaskan, ada tujuh pasangan calon kepala daerah Pilkada Serentak 2018 di Jawa Tengah yang menjalani tes kesehatan di Solo.

Tujuh paslon kepala daerah tersebut antara lain, dari Kabupaten Banyumas, Achmad Husain-Sadewo Tri Lastiono dan Marjoko-Irfan Haryanto.

Dari Kabupaten Magelang, pasangan Zaenal Arifin-Edi Cahyono dan M Zaenal Arifin-Rohadi Pratoto.

Baca juga : Koalisi Nasdem, Demokrat, dan Hanura Usung Haryo-Irawan pada Pilkada Temanggung

Kemudian dari Kabupaten Temanggung ada tiga paslon, yakni Haryono Dewandono-Irawan Prasetyadi, Muhammad Al Khadziq- Heri Ibnu Wibowo, dan Bambang Sukarno-Matoha.

"Kita melibatkan lebih dari 26 dokter untuk tes kesehatan. Hasil tes kita serahkan ke IDI Jateng dan KPU Jateng," katanya.

Sebelum hasil tes kesehatan diserahkan, Ihkwan menjelaskan hasilnya akan dibahas dalam rapat pleno di Solo, Senin (15/1/2018).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X