Perda Zonasi Sarat Kepentingan, Ratusan Nelayan Demo Gubernur Babel

Kompas.com - 29/12/2017, 15:07 WIB
Ratusan nelayan menolak operasional kapal isap timah di Kepulauan Bangka Belitung. kompas.com/heru dahnurRatusan nelayan menolak operasional kapal isap timah di Kepulauan Bangka Belitung.
|
EditorReni Susanti

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com —Ratusan nelayan dari sejumlah kabupaten dan kota di Kepulauan Bangka Belitung menggelar unjuk rasa menolak operasional kapal isap timah di wilayah mereka.

Pengunjuk rasa mengultimatum Pemerintah Provinsi Babel untuk segera menetapkan Perda tentang Zonasi Wilayah Pantai dan Perairan yang berpihak kepada nelayan.

“Kami ingin aktivitas sebagai nelayan tidak terganggu. Selama ini tangkapan sudah mulai menggembirakan. Jika masuk tambang, semuanya akan habis,” kata Koordinator Nelayan Bangka Barat Suwandi seusai unjuk rasa, Jumat (29/12/2017).

Suwandi mengungkapkan, para nelayan memutuskan turun ke jalan karena pertemuan beberapa waktu lalu tidak membuahkan hasil. Aksi unjuk rasa akhirnya dilakukan di depan kantor gubernur.

(Baca juga : Nelayan Trenggalek Nikmati Melimpahnya Tangkapan Ikan)

Nelayan lainnya, Juliardi, mengatakan, beberapa tahun lalu tambang beroperasi di wilayahnya. Saat itu, tangkapan nelayan langsung anjlok. Setelah operasional tambang dapat ditolak warga, tangkapan nelayan kembali meningkat.

“Jika dulu udang laut cuma dapat 5 kilogram, sekarang sudah bisa 20–40 kilogram sekali melaut. Harga udang mencapai Rp 80.000 per kilogram, tentu saja ini sangat membantu nelayan,” ucapnya.

Ia berharap, zonasi wilayah mengatur areal tangkapan sampai 12 mil laut dari garis pantai tanpa aktivitas tambang. "Jangan sampai karena banyak kepentingan perda zonasi diulur-ulur," katanya.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman yang menerima perwakilan pengunjuk rasa di ruang kerjanya berjanji menampung aspirasi para nelayan.

(Baca juga : Tim SAR Temukan Potongan Tubuh yang Diduga Milik Nelayan yang Hilang)

Erzaldi mengakui, pembahasan perda zonasi yang seharusnya rampung 2017 tertunda karena masih banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat.

“Dalam satu wilayah zonasi yang sama ada yang setuju untuk tambang, ada juga yang menolak. Jadi, harus kami kaji ulang,” ujar Erzaldi.

Menurut Erzaldi, pengusulan perda zonasi merupakan regulasi baru dalam tahap pembahasan. “Ada banyak aspirasi, akan diupayakan semuanya bisa terakomodasi,” ucap Bupati Bangka Tengah dua periode itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
Pandemi Virus Corona, Cobaan Terberat Pariwisata Bali

Pandemi Virus Corona, Cobaan Terberat Pariwisata Bali

Regional
Pemprov Sulsel Angarkan Rp 250 Miliar untuk Penanganan Corona

Pemprov Sulsel Angarkan Rp 250 Miliar untuk Penanganan Corona

Regional
Dibebaskan karena Wabah Virus Corona, Perasaan Napi Senang Campur Gundah

Dibebaskan karena Wabah Virus Corona, Perasaan Napi Senang Campur Gundah

Regional
Pengakuan Pria Mabuk yang Tikam Pemilik Warung hingga Tewas, Mengaku Kesal Ditegur Saat Ribut dengan Temannya

Pengakuan Pria Mabuk yang Tikam Pemilik Warung hingga Tewas, Mengaku Kesal Ditegur Saat Ribut dengan Temannya

Regional
Seluruh Peserta Ijtima Ulama Dunia di Gowa Telah Kembali ke Daerah Asal

Seluruh Peserta Ijtima Ulama Dunia di Gowa Telah Kembali ke Daerah Asal

Regional
Datang ke Karawang untuk Cari Kerja, Pria Ini Malah Cabuli 6 Bocah Perempuan

Datang ke Karawang untuk Cari Kerja, Pria Ini Malah Cabuli 6 Bocah Perempuan

Regional
Cerita Staf Ridwan Kamil Sembuh dari Covid-19, Saksikan Perjuangan Tim Medis Rawat Pasien Corona

Cerita Staf Ridwan Kamil Sembuh dari Covid-19, Saksikan Perjuangan Tim Medis Rawat Pasien Corona

Regional
Bupati Morowali Utara Meninggal Dunia, Dimakamkan Sesuai Prosedur Pasien Covid-19

Bupati Morowali Utara Meninggal Dunia, Dimakamkan Sesuai Prosedur Pasien Covid-19

Regional
Viral Video Perampok Sekap Lansia di Pontianak, Polisi Tangkap Pelaku Berkat CCTV

Viral Video Perampok Sekap Lansia di Pontianak, Polisi Tangkap Pelaku Berkat CCTV

Regional
Detik-detik 3 Perampok di Pekanbaru Ditembak Polisi

Detik-detik 3 Perampok di Pekanbaru Ditembak Polisi

Regional
Bantu Petugas Medis Lawan Covid-19, Pemain Persik Kediri Ini Lelang Jersey

Bantu Petugas Medis Lawan Covid-19, Pemain Persik Kediri Ini Lelang Jersey

Regional
16 Hotel di Surabaya Tutup Dampak Pandemi Corona, Gaji Karyawan Dipotong 50 Persen

16 Hotel di Surabaya Tutup Dampak Pandemi Corona, Gaji Karyawan Dipotong 50 Persen

Regional
Pernikahan Siri Syekh Puji dengan Anak 7 Tahun Digelar Tengah Malam dan Saksi Sebut Ada Pencabulan

Pernikahan Siri Syekh Puji dengan Anak 7 Tahun Digelar Tengah Malam dan Saksi Sebut Ada Pencabulan

Regional
Alasan Seorang Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Alasan Seorang Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X