Kompas.com - 28/12/2017, 19:52 WIB
Kapolrestabes Bandung, kombes Pol Hendro Pandowo yang didampingi Kasatreskrim AKBP M Yoris Maulana tengah memperlihatkan barang bukti dalam ungkapan kasus penusukan seorang pelajar SMK Dirgantara di Kota Bandung. KOMPAS.com/AGIEPERMADIKapolrestabes Bandung, kombes Pol Hendro Pandowo yang didampingi Kasatreskrim AKBP M Yoris Maulana tengah memperlihatkan barang bukti dalam ungkapan kasus penusukan seorang pelajar SMK Dirgantara di Kota Bandung.
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Fr (17) yang dalam berita sebelumnya disebut P, pemuda yang nekat membunuh sahabatnya sendiri, yakni siswa SMK Dirgantara Fahmi Amrizal (18) tidak dijerat pasal 340KUHPidana atau pembunuhan berencana, melainkan pasal 338 dan 351 ayat (3) dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Usai tuntutan itu, Fr yang mengenakan kemeja putih dan peci hitam itu menangis saat memasuki sel ruang tunggu tahanan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung Gani Alamsyah mengatakan, mengingat terdakwa masih di bawah umur, sidang yang dipimpin Sri Mumpun ini berlangsung tertutup.

Meski begitu, sidang dilakukan secara maraton, mulai dari dakwaan hingga pemeriksaan terdakwa. Selanjutnya, sidang tersebut ditunda pekan depan dengan agenda tuntutan.

Dalam berkas dakwaan disebutkan, pada 7 Desember 2017, sekitar 21.00 WIB, terdakwa datang ke rumah korban dan mengajaknya mengikuti acara syukuran perpisahan sekolah.

Terdakwa dan korban lantas pergi dengan menggunakan motor teman terdakwa. Saat itu, korban mengendarai motor tersebut, sedang terdakwa dalam posisi membonceng. Setibanya di depan gerbang sekolah, terdakwa mengajak korban untuk mengisi ulang galon di Gang Paralon, Kelurahan Cigondewah, Kecamatan Bandung Kulon.

Baca juga : Sakit Hati, Motif Seorang Pelajar di Bandung Bunuh Sahabatnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun saat diajak masuk ke gang, korban menolak. Saat itulah terdakwa menghabisi korban.

"Terdakwa lalu mencekik leher korban, dan menusukkan pisau yang sudah dibawanya ke dada sebelah kiri hingga tewas," kata Gani usai sidang dakwaan kasus pembunuhan siswa SMK Dirgantara Fahmi Amrizal, di Pengadilan Anak pada PN Kelas 1A Bandung, Bandung, Kamis (28/12/2017).

Terdakwa sempat panik saat melihat korban berlumuran darah, ia pun kemudian membasuh lumuran darah di tangannya, kemudian berlari ke belakang gang, terdakwa pun sempat mengobrol dengan tukang telepon seluler.

Saat kembali ke arah korban yang sedang terkapar, terdakwa melihat korban tengah dibopong warga sekitar. Terdakwa kemudian lari ke SPBU yang tak jauh dari lokasi.

"Namun terdakwa akhirnya bisa ditangkap oleh petugas kepolisian," ujarnya.

Akibat perbuatannya, terdakwa dijerat pasal 338KUHPidana tentang pembunuhan sebagaimana dakwaan primer, dan pasal 351 ayat (3) tentang penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal.

Sementara Pasal pembunuhan berencana atau Pasal 340KUHPidana tidak diterapkan lantaran mengacu pada berkas yang dilimpahkan penyidik kepolisian.

"Ancamannya maksimal 15 tahun. Karena di bawah umur, setengahnya," ujar JPU.

Dihukum berat

Sementara itu, orangtua Fahmi Amrizal, Suparman (40) meminta terdakwa dihukum setimpal dan divonis seberat-beratnya untuk memberikan efek jera bagi pelaku dan juga menjadi contoh bagi orang lain untuk tak melakukan hal serupa meski pelaku masih di bawah umur.

"Kalau bisa setimpal dengan tindakan pelaku. Dihukum seberat-beratnya," katanya.

Baca juga : Terungkap, Penusuk Pelajar di Bandung Teman Dekat Korban

Perimintaan serupa disampaikan nenek koban, Neneng (60). Ia mengatakan, meski di bawah umur, namun pelaku tega dan sudah bisa merencanakan pembunuhan. Hal itu terbukti dari pisau yang disiapkan dan ajakan awal kepada korban sebelum melakukan pembunuhan.

"Anak di bawah umur sudah bisa merencanakan (pembunuhan). Ngajak ngeliwet heula (dulu), beli galon, di tengah jalan dibunuh," ujarnya.

"Kalau dibiarkan (hukum rendah). Efeknya bisa ke pemuda lain (di bawah umur). Mentang-mentang masih anak-anak dihukum rendah," tukasnya.

Kompas TV Polisi telah menangkap 3 orang yang terlibat penusukan sopir ojek daring di Bandung, Jawa Barat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.