Kompas.com - 07/12/2017, 10:31 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Petugas telah mengatasi jalur kereta api yang ambles di Warung Bandrek-Bumiwaluya, Garut. Kini kereta dapat melintasi jalur tersebut dengan pembatasan kecepatan. 

"Lokasi amblesan km 227+3/4 antara Stasiun Warung Bandrek dengan Bumi Waluya sudah teratasi dan telah bisa dilewati KA pada jam 08.33," ujar Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Joni Martinus saat dihubungi, Kamis (7/12/2017). 

Joni mengatakan, jalur tersebut ambles pada Kamis pukul 00.50 WIB, dengan panjang amblesan sekitar 25 meter dan kedalaman 1,5 meter.

Setelah dilakukan penanganan selama tujuh jam, kereta kembali bisa melewati jalur tersebut. Namun kecepatan kereta dibatasi untuk sementara. "KA pertama lewat adalah Pasundan relasi Kiaracondong-Surabaya. Untuk sementara waktu kecepatannya dibatasi 5 km/jam," ucapnya.

(Baca juga : Jalur Ambles di Bumi Waluya Garut, Rute Kereta Dialihkan)

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, kejadian tanah ambles di sekitar Malangbong, Garut ini sebelumnya sempat berakibat pada penutupan jalur kereta di km 227+4/5 antara stasiun Warung Bandrek dan Stasiun Bumiwaluya. 

Mendapatkan informasi itu, petugas langsung mengambil tindakan dengan memasang larangan melintas di jalur itu.

"Akibat kondisi itu pola operasi kereta api mengalami perubahan dengan pola memutar dan overstaapen atau menggunakan feeder bus untuk kemudian melanjutkan menggunakan kereta api," katanya. 

Bahkan Daop 2 menyediakan 30 bus di beberapa stasiun. Terdiri dari 9 bus disediakan di Stasiun Tasikmalaya untuk mengangkut penumpang KA Turangga dan KA Lodaya menuju Bandung.

(Baca juga : Hanya Ada Dua Penumpang Kereta di Stasiun Ini Setiap Bulannya)

Lalu 11 bus disediakan di Stasiun Ciawi untuk mengangkut penumpang KA Kahuripan, dan 10 bus disediakan di Stasiun Cibatu untuk mengangkut penumpang KA Serayu ke Bandung.

"Sedang untuk penumpang keberangkatan Kerata Lodaya pagi jurusan Bandung-Yogjakarta - Solo pada pukul 07.20 WIB, difasilitasi dengan naik bus untuk diantar ke Stasiun Tasikmalaya, untuk kemudian melanjutkan menggunakan kereta dari Tasikmalaya," ungkapnya.

Setelah petugas Daop 2 melakukan perbaikan, jalur Stasiun Warung Bandrek-Bumi Walua kini bisa dilewati. "Sudah teratasi, bisa dilewati," pungkasnya.

Kompas TV Kereta api pengangkut semen terguling di kawasan Terminal Pauh Limo, Padang, Sumatera Barat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.