Kompas.com - 02/12/2017, 11:00 WIB
Sinkhole yang muncul di Telaga Mboromodusun Trowono A, Karangasem, Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta. Kompas.com/Markus YuwonoSinkhole yang muncul di Telaga Mboromodusun Trowono A, Karangasem, Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta.
|
EditorErwin Hutapea

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah lubang atau sinkhole (lubang yang terjadi karena pengikisan air yang terjadi ke dalam tanah sehingga terjadi tanah longsor ke dalam) muncul di sekitar Telaga Mboromo Dusun Trowono A, Karangasem, Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta.

Lubang itu menyebabkan air di telaga susut hingga tersisa sepertiganya. Selain itu, lubang yang sama muncul di Padukuhan Jambu, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari.

Kepala Dusun Trowono A, Suryono, menyampaikan, hujan deras yang terjadi pada Senin (27/11/2017) hingga Selasa (28/11/2017) menyebabkan debit air di telaga meningkat, bahkan sampai meluber di sekitar telaga.

"Kemungkinan karena tidak kuat menahan air, luweng (gua vertikal) yang dahulu sempat tertutup kembali terbuka, dan muncul pusaran air," kata Suryono kepada Kompas.com, Jumat (1/12/2017).

Telaga alami yang dimanfaatkan masyarakat pada saat musim kemarau selama ini belum pernah kering. Saat ini airnya tersisa sepertiga dari total luas telaga yang memiliki luas 1 hektar.

"Setelah air susut kelihatan lubangnya, panjangnya sekitar 1,2 meter dan lebar sekitar 50 cm. Kalau sekadar susut airnya memang pernah terjadi. Namun, kalau susutnya dengan cepat seperti sekarang, ya baru saat ini," ujar dia.

Baca juga: Ini Penyebab Banjir di Gunungkidul Airnya Jernih

Suryono mengatakan, untuk mengamankan lokasi dari masyarakat, pihaknya memasang rambu dan pagar. "Sekarang sudah dipasang rambu agar masyarakat tidak mendekat," kata dia.

Hal yang sama juga terjadi di Padukuhan Jambu, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, tepatnya di Tanah Kas Desa di dekat balai dusun yang mendadak ambles dan membentuk lingkaran sejak Kamis (30/11/2017).

Camat Tanjungsari Rahmadian Wijayanto mengatakan, setelah hujan deras yang terjadi di wilayahnya, masyarakat dikejutkan suara menggelegar dan diikuti munculnya lubang.

"Jarak satu kilometer dari lokasi terdengar suara gemuruh, dan warga mendapati lokasi sudah berlubang dengan diameter lebih kurang 6 meter," ujar Rahmadian.

Lokasi yang setiap hari digunakan warga untuk menanam ini sementara ditutup menggunakan kayu dan garis polisi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Kami akan berkoordinasi terhadap pihak terkait menyikapi masalah ini," ucap dia.

Kompas TV Cuaca ekstrem terjadi selama 2 hari akibat siklon cempaka.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.