Limbah di Citarum Berpotensi Kotori Laut hingga Merusak Generasi Bangsa

Kompas.com - 22/11/2017, 17:21 WIB
Aktivitas Gary Bencheghib dan Sam Bencheghib saat berkayak di Sungai Citarum. Instagram @makeachangeworldAktivitas Gary Bencheghib dan Sam Bencheghib saat berkayak di Sungai Citarum.
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com - Kontaminasi limbah di Sungai Citarum menjadi perhatian Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Sebab, limbah tersebut tak hanya berpotensi mengotori laut dan pariwisata tapi juga merusak generasi mendatang.

"Kami bertekad bersama-sama untuk mengatasinya. Kerja sama ini akan menjadi jalan karena menteri perindustrian juga akan mengumpulkan industri-industri untuk tak membuang limbah," kata Luhut di sela Lokakarya Penataan Sungai Citarum di Bandung, Rabu (22/11/2017). 

"Sehingga cost limbah itu harus dimasukkan ke dalam cost produksi dia sehingga tak akan membebani dan tak akan merusak kualitas air," tambahnya.

Menurutnya, ada 27 juta orang atau hampir 90 persen masyarakat Jabar yang hidup di bantaran Sungai Citarum yang membentang dari Provinsi Jabar dan DKI Jakarta.

 

(Baca juga : Luhut: Kita Tangani Kejorokan Sungai Citarum)

Apabila air sebagai sumber kehidupan masyarakat terkontaminasi, maka akan mempengaruhi kualitas hidup masyarakatnya. "Nah kalau kontaminasi ini terjadi akan merusak generasi akan datang. Karena air yang mengairi tadi terkontaminasi," jelasnya.

Luhut mencontohkan, seperti sampah plastik yang tergenang di sungai berubah menjadi mikro plastik kemudian dimakan ikan. Lalu ikan yang terkontaminasi itu dikonsumsi masyarakat, maka akan berpengaruh pada kesehatan masyarakat itu sendiri.

"Ikan itu dimakan ibu hamil, pasti akan membawa generasi yang tidak sehat, bisa kuntet dan semacamnya. Jadi ini masalah nasional yang menjadi perhatian bersama," tandasnya.

Untuk itu, pihaknya ingin melibatkan seluruh pihak baik instansi terkait, Kepolisian, TNI, pegiat lingkungan, perguruan tinggi, alim ulama, untuk melihat persoalan ini dan mengatasinya bersama-sama.

(Baca juga : Kurangi Sedimentasi, Sabodam Mikro Modular Dipasang di Hulu Citarum)

"Tadi Bapak Kapolda juga tidak mengizinkan dan tidak dibenarkan oleh agama untuk membuang sampah sembarang dan berakibat merusak masa depan," bebernya.

Pihaknya juga telah membahas penanganan limbah di Sungai Citarum dua bulan lalu bersama Polda Jabar, Gubernur Jabar, dan kementerian terkait. "Sekarang terintegrasi dan semua punya program," tutupnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Regional
Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Regional
Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Regional
Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Regional
Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Regional
Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Regional
Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Regional
Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Regional
Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Regional
Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Regional
Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Regional
Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Regional
Desainer Kerajinan Kulit Langka, Pemkab Magetan Akan Buka D1 Gratis

Desainer Kerajinan Kulit Langka, Pemkab Magetan Akan Buka D1 Gratis

Regional
TEDxJalanTunjunganWomen: Sebarkan Ide Pendidikan Seks hingga Menggali Potensi Perempuan

TEDxJalanTunjunganWomen: Sebarkan Ide Pendidikan Seks hingga Menggali Potensi Perempuan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X