Ketika Anak Berkebutuhan Khusus Tampil Menari Gandrung di Banyuwangi

Kompas.com - 02/11/2017, 16:32 WIB
Shifa dan Nadifa penyandang tuna rungu yang menari Gandrung di Festival Anak Berkebutuhan Khusus Kamis (2/11/2017). KOMPAS.com/Ira RachmawatiShifa dan Nadifa penyandang tuna rungu yang menari Gandrung di Festival Anak Berkebutuhan Khusus Kamis (2/11/2017).
|
EditorReni Susanti

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Tirza Ambat, penyandang Tuna Grahita bersama kedua rekannya, Sifa dan Nadifa, penyandang tuna rungu dari SMAN Luar Biasa Banyuwangi dengan lincah menari Gandrung.

Mereka menari pada pembukaan Festival Anak Berkebutuhan Khusus yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kamis (2/10/2017). Berbeda dengan Tirza yang bisa mendengar, Sifa dan Nadifa mengandalkan suara getaran dari musik yang diputar.

Puji lestanti (52), guru bidang studi keterampilan SMPLB yang mendampingi mereka bertiga menjelaskan, Sifa dan Nadifa bisa menari sejak SD. Sementara Tirza yang baru tiga tahun tinggal di Banyuwangi belajar menari gandrung dari video yang diputar.

Awalnya, menurut perempuan yang akrab di panggil Tanti tersebut, muridnya berlatih gerakan secara otodidak dari VCD. Kemudian mereka belajar dengan menggunakan hitungan dalam hati.

"Untuk mempermudah, saya meminta mereka menulis gerakannya berapa langkah ke kanan, berapa ke kiri. Agar tidak lupa. Karena pendengaran dari mereka sangat minim mereka mengandalkan getaran dari musik yang dimainkan," jelas Tanti.

(Baca juga : Begini Reaksi Bayi Tuna Rungu Dengar Suara Ibunya untuk Pertama Kali)

Seharusnya, menurut Tanti, panggung penari Tuna Rungu harus didesain khusus yaitu panggung getar, sehingga para penari bisa mengikuti musik yang diputar.

Namun untuk tampil hari ini, musik lebih dikeraskan dan Tanti membantu memberikan contoh gerakan dari bangku penonton agar sesuai dengan musik yang putar.

"Mereka sudah terbiasa tampil, bukan hanya di Banyuwangi tapi juga beberapa kali tampil di luar kota," jelas Tanti.

Tirza dan Shifa saat menari di Festival Anak Berkebutuhan Khusus Kamis (2/11/2017)KOMPAS.com/Ira Rachmawati Tirza dan Shifa saat menari di Festival Anak Berkebutuhan Khusus Kamis (2/11/2017)
Yuli Herman (41), ibu kandung Nadifa mengaku senang anaknya bisa tampil menari walaupun tidak bisa mendengar seperti rekan-rekannya lainnya.

"Saya bilang ke anak saya, kamu harus percaya diri. Harus menunjukkan prestasi. Nggak usah minder. Tapi yang pasti sebisa mungkin saya selalu mendampingi dia kalo tampil di mana saja," jelas ibu empat anak tersebut.

(Baca juga : Desainer Cilik Tuna Rungu Kelas Dunia Asal Indonesia)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X