Kompas.com - 31/10/2017, 14:06 WIB
Nurasih dan ibunya Sujeti saat wisuda. KOMPAS.com/Wijaya KusumaNurasih dan ibunya Sujeti saat wisuda.
|
EditorReni Susanti

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Keterbatasan ekonomi keluarga menjadi pelecut semangat Nurasih untuk bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Lewat kerja kerasnya, perempuan 24 tahun ini menjadi lulusan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Nurasih lahir dikeluarga yang sederhana. Sejak Sekolah Dasar (SD) Nurasih hidup bersama kakak dan ibunya Sujeti di Ngijon RT 03/ RW 15, Kelurahan Sendangarum, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman.

Sang Ibu, Sujeti, berjuang keras untuk membesarkan dirinya dan kakaknya. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Sujeti membanting tulang agar bisa membiayai sekolah kedua anaknya.

Setiap hari ibunya membuat nasi kucing dan berbagai lauk untuk disetorkan ke angkringan.

"Ibu di rumah bikin nasi kucing, gorengan, dan berbagai lauk untuk angkringan. Setiap hari di setorkan ke angkringan di daerah Ngijon," ujar Nurasih (24), Senin (30/10/2017).

(Baca juga : Kisah Anak Guru dari Sultra Jadi Lulusan Terbaik IPDN)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penghasilan dari nasi kucing, gorengan, dan berbagai lauk tidak besar. Perharinya Sujeti rata-rata memperoleh keuntungan Rp 30.000 sampai Rp 40.000.

Namun, keterbatasan tidak menjadi alasan bagi Nurasih untuk menyerah pada keadaan. Tapi keterbatasan justru melecut semangat perempuan kelahiran 22 Agustus 1994 ini untuk bisa meraih hasil terbaik dalam pendidikannya.

Di sela membantu ibunya, Nurasih tidak pernah melupakan waktu untuk belajar. Perempuan berusia 24 tahun ini akhirnya bisa bertengger di ranking tiga besar dan lulus dari SMKN 7 Yogyakarta.

Setelah lulus, Nurasih yang memiliki mimpi melanjutkan ke perguruan tinggi diminta untuk langsung bekerja. Sebab kondisi keluarga tidak memungkinkan untuk membiayai selama di perguruan tinggi.

"Saya diminta untuk kerja, sudah dicarikan pekerjaan juga. Tapi saya ingin tetap melanjutkan ke perguruan tinggi," tegasnya.

(Baca juga : Kisah Jusman, Penjual Koran yang Lulus Sarjana dengan Predikat Cum Laude)

Di dalam kebimbangannya memilih, seorang gurunya memberitahu jika saat ini banyak beasiswa bagi siswa berprestasi dan tidak mampu. Informasi tersebut bagi Nurasih seperti cahaya lilin dalam kegelapan.

"Saya berjuang untuk bisa meraih beasiswa, karena itu jalan satu-satunya untuk bisa kuliah. Alhamdulilah saya bisa dapat jalur Bidik Misi di UMY dan mengambil jurusan Akuntansi," tuturnya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.