Kompas.com - 17/10/2017, 12:51 WIB
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Guru Besar Komunikasi Politik Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia Karim Suryadie menilai, belum terlambat bagi Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti untuk terjun pada ajang Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang. 

"Bila akan maju (Pilkada Jawa Barat) belum terlambat meski nama-nama lain sudah sejak lama muncul karena sama-sama belum menunjukan kesiapan substantif konseptual," ujar Karim saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (17/10/2017).

Karim menambahkan, salah satu masalah dalam Pilkada Jawa Barat yang bisa dimanfaatkan oleh Susi adalah kelangkaan bakal calon yang bisa membeberkan kepada publik desain pemerintahan yang akan diwujudkan

"Kelangkaan inilah yang menjadi celah bagi Susi untuk full speed power bila hendak maju karena mereka yang nama-namanya sudah beredar pun belum menunjukkan kesiapan substantif konseptualnya," ucapnya. 

Baca juga: Susi Pudjiastuti hingga Deddy Mizwar Diundang PDI-P untuk Sampaikan Visi Misi Pilkada Jabar

Pertanyaannya sekarang, lanjut Karim, apakah Susi serius untuk maju di Pilkada Jawa Barat 2018? "Sampai saat ini saya belum yakin karena beberapa alasan," sebutnya.

Alasan pertama, Karim mengatakan, selama ini Susi terlalu fokus mengurusi tugasnya sebagai Menteri Kelautan Perikanan. 

"Dia menemukan passion-nya di sana. Dia menunjukkan inovasi kebijakan. Namun butuh waktu dan usaha untuk mentransformasi kisah Susi menenggelamkan kapal asing sebagai aset elektoral (modal keterpilihan)," ujarnya. 

Kedua, Susi hanya populer di beberapa daerah di Jawa Barat terutama Pangandaran, Ciamis dan sebagian Pantai Utara. Namun, nama Susi kurang terdengar di daerah pegunungan yang cukup banyak di Jawa Barat.

"Sebagai orang kelautan yang jadi fenomena layar kaca, pengaruhnya terbatas di perkotaan yang memirsa TV dan komunitas nelayan," ujarnya. 

Baca juga: Saat Dedi Mulyadi Puji Susi Pudjiastuti Terkait Pilkada Jabar

Meski demikian, dengan modal yang dimiliki Susi saat ini, Karim yakin tidak akan sulit untuk menyosialisasikan Susi ke publik Jawa Barat.

"Secara personal tidak akan sulit dipasarkan. Namun belum terbaca kendaraan politik yang akan menariknya ke kancah pilkada. Jadi, ini lebih kepada strategi marketing partai ketimbang isyarat serius Susi untuk maju," kata dia.

Kompas TV Menteri Susi ternyata kewalahan mengikuti kirab. Bukan karena jauh, Menteri Susi justru kesulitan untuk berjalan perlahan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Regional
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Regional
Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Regional
Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Regional
Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Regional
Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Regional
Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Regional
Bupati Jekek: Dengan 'Telunjuk Sakti' Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Bupati Jekek: Dengan "Telunjuk Sakti" Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Regional
Zona Blok Masela dan Potensi 'Provinsi Prisai' Indonesia

Zona Blok Masela dan Potensi "Provinsi Prisai" Indonesia

Regional
Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Regional
Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Regional
Cianjur: Build Back Better

Cianjur: Build Back Better

Regional
Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Regional
Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting

Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting

Regional
BERITA FOTO: Tangis Pilu Deden, Anak dan Istrinya Tewas Tertimbun Longsor

BERITA FOTO: Tangis Pilu Deden, Anak dan Istrinya Tewas Tertimbun Longsor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.