Instruksikan Tembak Mati Begal, LBH Medan Nilai Bukti Polisi Frustasi

Kompas.com - 28/09/2017, 20:50 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menunjukkan mayat pelaku begal yang ditembak mati, Kamis (28/9/2017). Handout Polda SumutKapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menunjukkan mayat pelaku begal yang ditembak mati, Kamis (28/9/2017).
|
EditorReni Susanti

MEDAN, KOMPAS.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menuding kejahatan jalanan seperti begal semakin marak dan ganas di Kota Medan. Padahal, penegak hukum khususnya kepolisian memfokuskan diri untuk menanggulangi aksi begal yang meresahkan.

Seperti instruksi Kapolda Sumut untuk menembak mati para pelaku begal. Namun Wakil Direktur Eksternal LBH Medan Ismail Hasan Koto mengatakan, itu bukan tindakan tegas atau solusi. Melainkan tindakan frustasi.

"Kami nilai ini bukti polisi frustasi dalam menjalankan kamtibmas di Kota Medan. Tidak ada solusi berarti. Kepolisian tidak mampu menangani tindak pidana kejahatan begal," ujar Ismail, Kamis (28/9/2017).

Seharusnya, sambung Ismail, kepolisian lebih pintar dan kreatif menangani begal dengan rutin melakukan patroli setiap malam di kawasan-kawasan yang rawan terjadi perampokan.


"Bisa juga dengan memberlakukan jam malam kepada masyarakat, bukan dengan instruksi tembak mati. Ini mengeyampingkan asas praduga tidak bersalah dan bertentangan dengan Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia," ucapnya.

(Baca juga: Kronologi Penangkapan Pembunuh Driver Angkutan Online di Medan)

 

Ismail tidak menampik, aksi begal sangat mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat. Namun instruksi tembak mati terhadap terduga pelaku bukan jawaban dan solusi. Malah menimbulkan permasalahan hukum baru.

Sebab polisi sebagai penegak hukum untuk menyelesaikan permasalahan hukum melakukan pelanggaran hukum.

Seperti diberitakan, empat perampok dan pembunuh driver Grab Car dan Graib Bike tewas ditembak polisi dengan alasan mencoba kabur dan melawan petugas.

"Semua perampok driver Grab itu melawan saat diamankan, makanya ditembak," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam keterangan persnya, Selasa (26/9/2017).

(Baca juga: Viral Penumpang Teriak Minta Tolong karena Driver Tolak Berhenti, Grab Minta Maaf)

 

Dari para pelaku diamankan barang bukti berupa sepeda motor dan mobil yang digunakan para pelaku dan korban, STNK, KTP, SIM, ATM, kunci mobil, obeng, pisau belati, pisau lipat, ponsel, dan tas.

Para pelaku yang masih hidup akan dikenakan Pasal 365 ayat 4 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Regional
Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Regional
Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Regional
Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Regional
Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Regional
Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Regional
Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Regional
Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Regional
Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Regional
Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X