BBPOM Minta Kemenkes Cabut Izin Distributor Resmi Farmasi Penjual PCC

Kompas.com - 18/09/2017, 13:22 WIB
Kompas TV Setelah pola asuh, pendidikan berperan penting jadi perisai anak terhadap penyalahgunaan. Nilai antinarkoba bisa ditanamkan sejak pendidikan usia dini.
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Selatan meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mencabut izin distributor resmi atau Pedagang Besar Farmasi (PBF) PT Sehat Sejahtera yang kedapatan mengedarkan obat keras paracetamol caffeine carisoprodol (PCC).

Permintaan pencabutan ini dituangkan dalam surat rekomendasi yang dikirim BBPOM Sulsel ke Kemenkes, Senin (18/9/2017).

Menurut BPOM, PBF PT Sehat Sejahtera patut dicabut izin usahanya lantaran melanggar Undang-undang Kesehatan dan Undang-undang Perlindungan Konsumen.

"Kami sudah kirimkan rekomendasi ke pimpinan BPOM RI dulu. Dalam waktu dekat mudah-mudahan suratnya turun. Begitu turun, nanti kita langsung lakukan penutupan sementara. Kita juga sudah kirim surah rekomendasi ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel dan Kemenkes untuk pencabutan izin permanen PBF SS," ungkap Kepala BBPOM Sulsel, Muhammad Guntur.

Sementara untuk pencabutan izin permanen PBF, lanjut Guntur, pihaknya masih harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sulsel yang diteruskan ke Kemenkes.

"Kalau pencabutan izin kita lakukan secara bertahap. Karena izin PBF yang memberikan kan Kementerian Kesehatan. Kita tunggu izin dari Kementerian Kesehatan dulu, begitu izin turun kita langsung tutup permanen agar PBF tersebut tidak beroperasi lagi," tegasnya.

Baca juga: Distributor Resmi yang Jual PCC di Makassar Diperiksa

Sebelumnya diberitakan, BBPOM Sulsel menyita 29.000 butir pil paracetamol caffeine carisoprodol (PCC) di Makassar, Jumat (15/9/2017) sore. Pil PCC itu hendak dikirim ke Papua, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat.

Obat keras yang telah dicabut izin edarnya ini pada tahun 2013 lalu disita dari distributor resmi atau Pedagang Besar Farmasi (PBF) PT Sehat Sejahtera di Jalan Korban 40.000 Jiwa, Makassar.

Sementara itu, saat Kompas.com hendak melakukan konfirmasi ke manajamen PT Sehat Sejahtera, pagar kantor perusahaan tersebut ditutup rapat. Padahal di dalam kantor, petugas BPOM sedang melakukan pemeriksaan. Sejumlah wartawan yang hendak masuk pun diusir sejumlah pegawai.

Baca juga: Kasus Obat PCC di Kendari, Polisi Tetapkan 16 Orang Jadi Tersangka

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X