30.000 Sekolah di Indonesia Berada di Zona Rawan Bencana

Kompas.com - 24/08/2017, 18:35 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menolak usulan Ketua Kwaran Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault agar Gerakan Pramuka dinaungi kementeriannya. Jakarta, Senin (21/8/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menolak usulan Ketua Kwaran Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault agar Gerakan Pramuka dinaungi kementeriannya. Jakarta, Senin (21/8/2017).
|
EditorErlangga Djumena

MAGELANG, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat ada 30.000 sekolah di Indonesia yang berada di kawasan rawan bencana alam. Sekolah-sekolah tersebut akan mendapat prioritas pembekalan mitigasi bencana dari Kemendikbud.

Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi usai menutup Konferensi Nasional Pendidikan Bencana di Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Jawa Tengah, Kamis (24/8/2017).

“Kemendikbud sudah mengidentifikasi sekolah-sekolah yang berada di radius bencana. Dan itu, saya nilai yang difokuskan. Bagaimana menyiapkan guru, siswa, sekolah yang siap-siap untuk menghadapi risiko bencana," ujar Muhadjir.

Menurut dia, sekolah-sekolah tersebut terdiri dari jenjang terendah hingga sekolah menengah atas yang sebagian besar berada di wilayah Indonesia bagian timur.

Untuk itu sebut Muhadjir, tema bencana penting disampaikan kepada para siswa dan guru melalui program-program ekstrakulikuler di sekolah.

"Tema kebencanaan tidak harus jadi mata pelajaran, tapi bisa melalui program ekstrakulikuler. Ini menjadi bagian penguatan karakter, termasuk karakter suka tolong menolong, gotong royong, kemandirian dan seterusnya. Jadi nantinya bisa dikaitkan dengan pendidikan karakter yang sekarang sedang kita godok,” ucapnya.

Baca juga: Tahyudin Dirikan Sekolah Gratis untuk Anak Miskin dengan Fasilitas Mirip Sekolah Mahal

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menambahkan, bencana alam adalah ancaman yang bisa terjadi kapan dan di mana saja. Oleh karena itu harus ada komitmen yang kuat, serta kewaspadaan yang tinggi agar dampak bencana bagi dapat dikurangi.

Pengetahuan penanggulangan bencana tersebut juga perlu diberikan kepada masyarakat dan relawan sekitar sekolah, tidak hanya siswa dan guru semata.

“Sebetulnya bencana di Indonesia sudah harus menjadi program prioritas dan semua fasilitas dan infrastuktur seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan (mitigasi) bencana,” sebutnya.

Muhadjir menyebutkan, sekolah-sekolah di Indonesia semestinya dibangun dengan standar yang tahan bencana, terutama bencana gempa bumi. Namun pembangunan juga disesuaikan dengan karakter di setiap wilayah serta kajian para ahli.

"Di masing-masing daerah kan ada ukurannya berapa? Daya berapa Skala Richter? Termasuk longsor dan banjir sudah kita hitung. Untuk pembangunan sekolah-sekolah baru,” ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
Pemkab Karawang Siapkan Sanksi bagi Perusahaan yang Lalai Terapkan Protokol Kesehatan

Pemkab Karawang Siapkan Sanksi bagi Perusahaan yang Lalai Terapkan Protokol Kesehatan

Regional
11 Ibu Hamil Positif Covid-19 Tanpa Gejala Diisolasi di Rusunawa Bener Yogyakarta

11 Ibu Hamil Positif Covid-19 Tanpa Gejala Diisolasi di Rusunawa Bener Yogyakarta

Regional
21 Tenaga Medis Positif Covid-19, 4 Fasilitas Kesehatan di Manokwari Ditutup

21 Tenaga Medis Positif Covid-19, 4 Fasilitas Kesehatan di Manokwari Ditutup

Regional
Pria Ini Culik Bayi Kekasihnya gegara Gagal Menikah, Lari dari Jambi Tertangkap di Jakarta

Pria Ini Culik Bayi Kekasihnya gegara Gagal Menikah, Lari dari Jambi Tertangkap di Jakarta

Regional
Ini Motif Pelaku Tabrak Gerbang Mapolresta Tasikmalaya dan Berupaya Rebut Senjata Petugas

Ini Motif Pelaku Tabrak Gerbang Mapolresta Tasikmalaya dan Berupaya Rebut Senjata Petugas

Regional
Pilkada Kabupaten Malang, Seorang Bakal Calon dari Jalur Independen Positif Covid-19

Pilkada Kabupaten Malang, Seorang Bakal Calon dari Jalur Independen Positif Covid-19

Regional
Terlilit Pinjaman Online, Kepala Toko Alfamart Nekat Bobol Brankas Sendiri

Terlilit Pinjaman Online, Kepala Toko Alfamart Nekat Bobol Brankas Sendiri

Regional
Pemilik Showroom Motor Diculik, Uang di ATM Rp 30 Juta Dikuras

Pemilik Showroom Motor Diculik, Uang di ATM Rp 30 Juta Dikuras

Regional
Gubernur Kalbar: Saya Akan Tetap Sanksi Maskapai Sekalipun Ditegur Menteri

Gubernur Kalbar: Saya Akan Tetap Sanksi Maskapai Sekalipun Ditegur Menteri

Regional
Bupati Berau H Muharram Meninggal karena Covid-19

Bupati Berau H Muharram Meninggal karena Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X