Hendrar: Saya Pasti Di-bully karena "Flyover" Jatingaleh Tak Kunjung Tuntas

Kompas.com - 01/08/2017, 21:52 WIB
Wisatawan asal Belanda terlihat menikmati City Tour Kota Semarang, Jawa Tengah, yang mengambil rute Hotel Santika - Sam Poo Kong - Lawang Sewu - Toko Oen - Kawasan Kota Lama, Rabu (26/7/2017). TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA Wisatawan asal Belanda terlihat menikmati City Tour Kota Semarang, Jawa Tengah, yang mengambil rute Hotel Santika - Sam Poo Kong - Lawang Sewu - Toko Oen - Kawasan Kota Lama, Rabu (26/7/2017).

SEMARANG, KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengakui pihaknya saat ini mendapat bullying lantaran proyek penanganan kemacetan di wilayah Jatingaleh tak kunjung tuntas.

Pembangunan dua jembatan layang itu untuk mengatasi kemacetan molor dari jadwal yang ditentukan.

Baca juga: BKT Dinormalisasi, Wali Kota Semarang Minta Warga Pindah

Proyek dua flyover di Jatingaleh dalam kontrak harus dituntaskan pada 31 Juli 2017. Namun hingga bulan Agustus, flyover masih terus dikerjakan.


"Iya, Pak Hendi pasti di-bully, di-sms terus. Tapi, saya tetap monitor agar itu selesai meski itu proyek pusat," kata Hendrar ketika diminta tanggapannya, Selasa (1/8/2017).

Pembangunan dua flyover di kawasan Jatingaleh itu saat ini tengah menjadi sumber kemacetan baru di wilayah Semarang bagian atas. Kendaraan dari arah Solo menuju wilayah tengah kota kerap terhadang macet panjang.

Hendrar mengatakan, kontraktor saat ini telah meminta dispensasi perpanjangan pekerjaan. Pihak kontraktor pun meminta waktu tambahan hingga dua bulan.

Pihaknya pun akan legawa jika masyarakat Semarang memprotes soal kemacetan di wilayah itu. Namun dia menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam untuk ikut mengatasi kemacetan.

"Kita tahu kondisi lapangan belum selesai. Menurut dinas PU, kami koordinasi dengan Satker pusat, proyek diperpanjang 2 bulan," katanya.

"Kalau secara administrasi pasti ada denda. Kalau proyek tidak jadi, ini jalan macet terus," tambahnya.

Baca juga: Sidak, Wali Kota Semarang Tegur Petugas Kecamatan

Meski belum tuntas, salah satu flyover itu sempat "dipaksa" siap untuk digunakan saat arus mudik tahun ini.

Pembukaan dan penggunaan flyover itu ternyata membantu memperlancar arus di kawasan Gombel Semarang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Khadik mengatakan, sebelum lebaran, flyover Jatingaleh yang digunakan saat Lebaran sangat membantu kelancaran lalu lintas. Flyover kala itu dibuka H+10 dan H+11.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorFarid Assifa
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Regional
Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Regional
Close Ads X