Dikira Penculik, Pengirim Seragam Sekolah Dikejar dan Diamankan Polisi

Kompas.com - 23/05/2017, 20:06 WIB
Ilustrasi anak-anak bermain bola thinkstock/saiyoodIlustrasi anak-anak bermain bola
|
EditorReni Susanti

PONOROGO, KOMPAS.com — Dikira penculik anak-anak, dua warga Kabupaten Tulungagung dikejar dan diamankan aparat Polres Ponorogo, Selasa ( 23/5/2017).

Namun setelah diamankan, Nova Karuniawan (30) dan Fahdan Galang (18) ternyata dua warga yang akan mengirimkan seragam sekolah di SMA Semanding, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.

"Aparat Polsek Jenangan mendapatkan informasi di daerah Semanding ada penculikan dengan mobil Xenia putih nopol AG 1513 RZ. Kemudian kapolsek menyebarkan anggota untuk melakukan pengejaran dibantu masyarakat," kata Kapolres Ponorogo, AKBP Suryo Sudarmadi, Selasa (23/5/2017).

Suryo menuturkan, informasi penculikan bermula saat seorang ibu rumah tangga bernama Mutmainnah, warga Dukuh Semanding Barat, Desa Semanding melihat mobil putih yang berhenti mendekati anaknya saat bermain di depan rumah.

(Baca juga: Korban Isu Penculikan, Pria Ini Tewas Dihakimi Massa saat Antar Beras untuk Anaknya)

 

Karena khawatir anaknya akan menjadi korban penculikan, Mutmainnah berteriak dan bergegas mengamankan anaknya.

"Jadi isu penculikan anak tidak benar dan tidak ada. Mutmainah yang memiliki naluri seorang ibu khawatir anaknya yang sedang bermain di pinggir jalan dikira mau dibawa atau ditabrak mobil yang berhenti. Namun isu yang tersebar ada penculikan," tutur Suryo.

Mendapatkan informasi penculikan, seorang anggota polisi dengan mobil patrolinya menghentikan mobil Xenia yang dimaksud. Namun keduanya berusaha kabur. Mereka takut ditangkap karena tidak mengenakan sabuk pengaman.

"Akhirnya tertangkap anggota Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo di perempatan Jeruksing," jelas Suryo.

(Baca juga: Marak Isu penculikan anak, Pengamanan SD di Madiun Diperketat)

Seusai diamankan, mobil dan penumpangnya dibawa ke Polsek Kota Ponorogo lalu ke Polsek Jenangan untuk dimintai keterangan.

"Jadi setelah kami crosscheck, ada kesalahpahaman antara ibu korban dengan masyarakat tentang isu penculikan anak. Padahal berdasarkan keterangan Nova Karuniawan, mereka akan akan mengirim seragam sekolah ke SMA Semanding Jenangan," ujar Suryo.

Suryo menambahkan, saksi dari SMA Semanding membenarkan kedua pria itu mengirimkan seragam ke sekolah. Pasalnya ada kerja sama pengadaan seragam sekolah.

Selain pemeriksaan saksi, polisi juga menggelar pra-rekonstruksi. Hasilnya tidak terbukti kedua pria itu sebagai penculik. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X