Kompas.com - 23/04/2017, 07:24 WIB
Nenek Samitun (86) memberikan makan ubi rebus kepada dua ekor kambingnya yang diberi nama Blegon dan Keploh di dalam rumahnya di Dukuh Brangkal, Desa Biting, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (21/4/2017) siang. muhlis al alawiNenek Samitun (86) memberikan makan ubi rebus kepada dua ekor kambingnya yang diberi nama Blegon dan Keploh di dalam rumahnya di Dukuh Brangkal, Desa Biting, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (21/4/2017) siang.
|
EditorFidel Ali

PONOROGO, KOMPAS.com — Kendati usianya sudah renta, Samitun tak pernah menyerah dengan kerasnya hidup. Di usianya yang masuk 86, nenek sebatang kara itu terus bertahan hidup meski hanya mengandalkan dengan tiga ekor kambing peliharaanya.

Kisah kehidupan Samitun yang hidup dengan tiga ekor kambing di dalam rumahnya menjadi ramai diperbincangkan di media sosial facebook. Beberapa netizen mengunggah foto Samitun bersama tiga ekor kambing yang hidup di dalam rumahnya.

Pagi itu, Jumat ( 21/4/2017), Samitun baru tiba di rumahnya dengan membawa sekeranjang rumput dari hutan untuk makan siang tiga ekor kambingnya. Setibanya di rumah, Samitun langsung meletakkan keranjang berisi rumput dan langsung menyapa tiga ekor kambingnya yang berada di dalam rumah sederhananya.

Seperti berbicara dengan manusia, Samitun meminta tiga ekor kambingnya bersabar menunggu jatah makan siang yang diberikan.

"Sabar nggih. Mangkeh angsal sedoyo (sabar ya, nanti semua dapat)," kata Samitun yang ditemui di rumahnya di RT 1 RW 3, Dukuh Brangkal, Desa Biting, Kecamatan Ponorogo,Jumat (21/4/2017) kemarin.

Agar komunikasi dengan kambingnya lancar, Samitun memberi nama ketiganya dengan panggilan Blegon, Keploh dan Gembrut.

"Kalau dikasih nama mereka dipanggil langsung datang dan ikut apa yang saya mau," jelas Samitun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usai memberi makan, Samitun mengambil sebuah bungkusan plastik hitam berisi ketela rebus yang digantung di paku di tiang penyangga rumah.

Samitun lalu mengambil beberapa ubi rebus itu dan menyuapi tiga ekor kambingnya secara bergantian. Dan uniknya, dalam beberapa menit, ubi rebus ditangannya sudah habis dimakan Blegon dan Keploh.

Seperti pola makan manusia, tiga ekor kambingnya diberi makan tiga kali dalam sehari. Bahkan makanan yang dimasak Samitun juga diberikan untuk tiga ekor kambing kesayangannya.

Kehidupan Samitun dengan kambing peliharannya sudah dijalaninya semenjak suaminya bernama Tego meninggal tahun 1990. Perkawinannya dengan Tego rupanya tak mendapatkan keturunan.

Pasca suaminya meninggal, Samitun lebih memilih hidup mandiri ketimbang bergantung atau ikut dengan saudara-saudaranya. Ia memutuskan tinggal di sebuah rumah tua berukuran 7 x 10 meter dengan dinding anyaman bambu yang sudah berlobang besar di berbagai titik dan berlantaikan tanah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.