KLHS Belum Bisa Putuskan Soal Status Karst Watuputih Rembang

Kompas.com - 14/04/2017, 13:01 WIB
Pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang, per 17 Maret 2017 Kontributor Semarang, Nazar NurdinPabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang, per 17 Maret 2017
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com - Ketua Tim Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) San Afri Awang menyatakan polemik soal pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang salah satunya karena belum adanya status karst untuk kawasan cekungan air tanah (CAT) Watuputih. Penelitian soal kawasan karst terhenti di kawasan Sukolilo di Kabupaten Pati.

"Penelitian geologi memang baru berhenti di Sukolilo (Pati), dia ketahuan jadi kawasan bentang alam karst (KBAK). Kita belum bisa putuskan (CAT Watuputih) karena belum ada yang membuktikan," kata dia, seusai berkunjung di lokasi pabrik semen Rembang, Kamis (13/4/2017).

Baca juga: Bupati Rembang: Warga Asli Penolak Semen Kendeng Hanya Segelintir

Dia mengatakan, proses satu kawasan menjadi KBAK harus dilalui dengan kajian secara komprehensif. KBAK terbentuk karena melalui proses batuan kapur. Di situ, ada proses selama jutaan tahun, ketika air hujan terjadi pelarutan batu kapur, sehingga di permukaan yang terlihat adalah ponor, yakni satu fitur karst permukaan yang mana air dapat masuk ke dalam sistem jaringan air bawah permukaan.

Selain ponor bentuk yang terlihat adalah adanya goa, dan adanya jaringan sungai bawah tanah.

Sejauh ini, kata dia, belum ada penelitian yang membuktikan di bawah kawasan CAT Watuputih ada jaringan sungai bawah tanah.

"Belum ada penelitian di bawahnya. Kita belum bisa putuskan, karena belum ada yang membuktikan," kata dia.

Baca juga: Warisan Dunia Karst Sangkulirang Terancam Hancur

Direktur Jenderal Planologi ini menambahkan, bahwa contoh pengeboran di titik pabrik semen belum bisa mewakili secara keseluruhan. San juga tidak menampik jika di kawasan CAT sudah ada ponor dan goa.

"Ponor, goa itu proses pembentukan itu jutaan tahun. Kalau tambang kena itu, tidak ada cerita reklamasi, tapi adanya kehancuran. Itu sifatnya ponor alamiah," kata dia.

Oleh karena itu, tim KLHS akan menanti kajian dari Badan Geologi ESDM untuk melakukan penelitian secara mendalam. Rekomendasi yang diberikan dalam hasil KLHS ialah diadakannya penelitian lebih lanjut.

"KLHS saat ini gunakan data sekunder. Jadi tidak perlu terburu-buru," tambahnya.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.