Kompas.com - 11/12/2015, 21:02 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
SAMARINDA, KOMPAS.com - Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Kalimantan Timur (Kaltim) menolak rencana pengesahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kaltim.

Pasalnya, dalam draft RTRW tersebut, tertuang tentang Kawasan Karst Sangkulirang di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau dengan 13 izin yang akan diterbitkan untuk menambang semen di.

Informasi itu diutarakan juru bicara KMS, Kahar Albahri, Jumat (11/12/2015).

Menurut dia, karst adalah kawasan yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Dengan adanya 13 izin tambang di kawasan itu, maka kehancuran karst sudah di depan mata.

“Itu rencana perambahannya sudah tertuang dalam RTRW Kaltim. Ada 1,8 juta hektar kawasan karst yang berada di dua kabupaten ini. Dalam draft RTRW Kaltim, hanya disisakan 99.000 hektar saja. Ini tentu akan merusak ekosistem yang ada di kawasan tersebut,” kata Kahar.

Menurut Kahar, setelah mengkaji draft RTRW Kaltim tersebut, pihaknya sangat terkejut. Sebab, Pemerintah Kaltim pun mengetahui bagaimana pentingnya karst yang menaungi ekosistem di sekitarnya.

“Kawasan karst ini terbagi menjadi tiga bagian yakni karst pesisir, karst pedalaman dan karst pulau. Setiap wilayah saling terhubung satu sama lain, dan saling menjaga kelangsungan ekosistem,” kata dia.

Sementara itu, lanjut dia, kawasan karst di Kabupaten Kutai Timur meliputi Kecamatan Sangkulirang, Kecamatan Sandaran, Kecamatan Kaliorang, Kecamatan Karagan, Kecamatan Kaubun, Kecamatan Bengalong dan Kecamatan Kongbeng.

Sedangkan di Kabupaten Berau kawasan karts meliputi Kecamatan Kelai, Kecamatan Tabalar, Kecamatan Biatan, Kecamatan Talisayan, Kecamatan Batu Putih dan Kecamatan Biduk-Biduk.

“Bayangkan saja kalau kawasan ini dirusak, maka dampaknya ke semua ekosistem yang ada, dari daratan, pulau-pulau, hingga ke dasar laut. Ekosistem daratan dan biota laut akan terganggu. Kita tinggal menunggu masa-masa kehancurannya saja,” sebut dia.

Koalisi ini, tegas Kahar, akan berjuang semaksimal mungkin agar Raperda RTRW Kaltim tidak disahkan.

“Komitmen Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menjaga Kaltim dari perambahan hutan, kita pertanyakan. Seharusnya Pemprov adalah orang yang paling tahu, bagaimana pentingnya karst,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.