Sosok Hasyim Muzadi di Mata Jokowi

Kompas.com - 16/03/2017, 18:32 WIB
Jokowi tengah mengoleskan balsem cair ke betis mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi yang kelelahan usai umroh saat transit di Bandara Madinah, Senin (7/7/2014). AKBAR FAISALJokowi tengah mengoleskan balsem cair ke betis mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi yang kelelahan usai umroh saat transit di Bandara Madinah, Senin (7/7/2014).
|
EditorCaroline Damanik

KAPUAS HULU, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya KH Hasyim Muzadi, anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2019 dan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ungkapan tersebut disampaikannya saat meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Kamis (16/3/2017).

“Hari ini, kita telah kehilangan putra terbaik bangsa bapak KH Hasyim Muzadi. Beliau telah berpulang ke rahmatullah pada pagi hari tadi, pada pukul 06.15 WIB di kediamannya di Malang," ujar Jokowi setelah meresmikan Pos Lintas Batas Negara Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

"Atas nama pemerintah, atas nama rakyat Indonesa, saya ingin menyampaikan duka yang sedalam-sedalamnya semoga arwah beliau diterima di sisi-Nya, diberikan tempat yang terbaik," tuturnya.

(Baca juga: Kenangan Terakhir Saat Hasyim Muzadi Dijenguk Jokowi)

Jokowi mengatakan, sosok Hasyim adalah seorang ulama sekaligus guru bangsa yang senantiasa menjaga kebinekaan di Tanah Air.

"Beliau seorang ulama besar, seorang ulama yang selalu mendinginkan suasana, selalu menyejukkan hati kita, seorang guru bangsa yang menjaga kebhinekaan di negara kita Indonesia," ucapnya.

Hasyim meninggal dunia pada usia 73 tahun, Kamis (16/3/2017) pagi di kediamannya, Pesantren Al Hikam, Kota Malang, Jawa Timur.

(Baca juga: Jenazah KH Hasyim Muzadi Diterbangkan ke Depok dengan Pesawat Hercules)

 

 

 


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X