Ada Kerusakan Lingkungan dan Dugaan Korupsi di Balik Banjir Garut

Kompas.com - 05/10/2016, 06:55 WIB
Tersapu Banjir Bandang - Suasana pemukiman warga yang tersapu banjir bandang Sungai Cimanuk di Desa Haur Panggung, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (22/9/2016). Pada hari kedua pasca peristiwa musibah banjir bandang, warga dibantu TNi dan relawan masih mencari keluarganya yang hilang dan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOTersapu Banjir Bandang - Suasana pemukiman warga yang tersapu banjir bandang Sungai Cimanuk di Desa Haur Panggung, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (22/9/2016). Pada hari kedua pasca peristiwa musibah banjir bandang, warga dibantu TNi dan relawan masih mencari keluarganya yang hilang dan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Berdasarkan hasil investigasi, Polda Jawa Barat menyatakan, kerusakan lingkungan di hulu Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, terjadi di empat titik.

Keempat wilayah bagian hulu Sungai Cimanuk yang terindikasi rusak akibat alih fungsi lahan itu adalah wilayah Gunung Papandayan, Perkebunan Teh di wilayah Pamagetan yang terletak di Cikajang, wilayah RPH Mandalagiri dan Pasir Wangi Kecamatan Samarang di kawasan Pegunungan Darajat.

"Polda tidak main-main untuk mengusut tuntas penyebab banjir bandang di Kabupaten Garut. Kami telah menerjunkan tim untuk menelusuri penyebab kerusakan lingkungan di hulu Sungai Cimanuk," kata Direktur Reskrimsus Polda Jawa Barat Kombes Pol Ama Kliment Dwikorjanto di Bandung, Rabu (4/10/2016).

Menurut dia, hasil investigasi tim menunjukkan kerusakan lingkungan di sekitar area hulu Sungai Cimanuk disebabkan pengrusakan kehutanan, pelanggaran lingkungan dan dugaan korupsi.

"Jadi kami kejar ke arah sana dulu ya, anggota disebar untuk menelusuri hal itu. Ada satu fakta yang kita temukan di mana adanya kawasan hutan yang digunakan tidak semestinya, ada lingkungan yang rusak, dan ada biaya yang keluar di situ yang mungkin mengarah kepada korupsi," ujar Kliment.

Dia juga menyebutkan, beberapa kawasan wisata di sekitar wilayah hulu Sungai Cimanuk dan tentu saja dengan izin yang diduga melanggar aturan.

Namun, dia belum dapat merinci berapa banyak kawasan wisata di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk.

"Pokoknya nanti tunggu kami akan rapatkan dulu soal ini baru kita publish ke media," katanya.

Polda Jawa Barat juga akan meninjau kembali izin pendirian kawasan wisata yang menyebabkan rusaknya lingkungan dan jajaran dari kriminal khusus Polda Jabar ingin memastikan terlebih dahulu mekanisme pendirian kawasan wisata dan keluarnya izin.

"Kami harus melihat tempat wisata itu izinnya bagaimana nanti proses izinnya bagaimana, karena kalau ada pelanggaran izin siapa yang membuat itu, sesuai tidak, kalau itu ada yang melanggar sudah pasti memenuhi unsur hukum," kata dia.

 

Kompas TV Apa Penyebab Banjir Bandang di Garut? (Bag 1)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.