Surabaya Tempo Dulu, Rindu yang Menyesak

Kompas.com - 10/08/2016, 19:07 WIB
Suasana malam di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/8/2016). Bangunan tua dan lampu-lampu hias membuat Jalan Tunjungan menjadi salah satu spot favorit liburan di Surabaya. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTASuasana malam di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/8/2016). Bangunan tua dan lampu-lampu hias membuat Jalan Tunjungan menjadi salah satu spot favorit liburan di Surabaya.
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com - Kota Surabaya sebenarnya hanya mempunyai wisata alam Pantai Kenjeran. Namun, upaya pemerintah kota yang terus menyempurnakan infrastruktur kota dan fasilitas umum menumbuhkan pesona tersendiri pada kota ini.

Segala yang asli, seperti bangunan, pasar tradisional, rumah-rumah tua di perkampungan Peneleh, Ketandan, Maspati, dan permukiman nelayan di Kenjeran, dipertahankan seperti sedia kala. Surabaya tempo dulu itu dibenahi lingkungannya tanpa mengubah bentuk dan letaknya.

Sekarang, hampir semua perkampungan tidak cuma tertata, tetapi kian asri.

"Tidak ada jalan atau gang kumuh meski sempit. Warganya pun berlomba menjaga kebersihan dan keasrian lingkungannya dan semua aksi warga didukung Pemerintah Kota Surabaya," kata Arief Triastika (35), yang memilih Kota Surabaya sebagai tempat tinggal keluarga meski bekerja di Jakarta.

Daya tarik Surabaya makin kuat karena banyak gedung dan kawasan bersejarah sudah dibenahi sehingga menarik dikunjungi meski harus berjalan kaki di tengah terik matahari. Kearifan lokal, seperti rumah bersejarah, perkampungan, pabrik gula sekarang menjadi kantor, pasar tradisional yang dipertahankan dan dibenahi tanpa mengubah bentuk aslinya, kata Ina Silas dari House of Sampoerna (HOS), menjadi daya pikat.

Dia mengatakan, HOS menyediakan bus wisata bagi turis untuk mengikuti Heritage Track secara gratis selama 1,5 jam. Peserta napak tilas wisata sejarahdi kota yang berusia 723 tahun ini akan diajak berkeliling ke tempat bersejarah, seperti Jembatan Merah, Tugu Pahlawan, Jembatan Petekan, Gedung Nasional Indonesia, dan perkampungan.

Tanpa menggusur

Keaslian kota tidak hanya dilakukan dengan tetap menjaga dan melestarikan bangunan-bangunan bersejarah, tetapi juga dengan penataan kota tanpa menggusur. Kawasan kota ditata, rumah penduduk dicat warna- warni, dan sarana ekonomi disiapkan. Akses ke segala penjuru kota pun dibuka sehingga dari barat ke timur dan utara ke selatan tanpa sekat lagi. Pemkot Surabaya pun terus melengkapi fasilitas umum agar warga semakin sejahtera.

Alasannya, pembangunan pasti memunculkan kreativitas warga dalam segala hal, terutama ekonomi. "Jika kota ini nyaman, investor berlomba menanam modal dan pengunjung pun pasti kian betah," begitu kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat meresmikan Jembatan Suroboyo sepanjang 800 meter di Kenjeran, 9 Juli lalu.

Menurut Kuncarsono Prasetyo (36), pengusaha kaus bermerek "Sawoong" yang tinggal di Peneleh, Pemerintah Kota Surabaya benar-benar mempertahankan kearifan lokal dalam membenahi lingkungan kota. Dengan penataan perkampungan ini, kini semakin banyak turis asing yang mengunjungi Surabaya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Regional
Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Regional
Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X