Kompas.com - 21/04/2015, 09:45 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
KEFAMENANU, KOMPAS.com - Sejumlah warga di Kelurahan Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur melontarkan protes, lantaran tidak pernah sekalipun menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Pemerintah.

“Sejak program Pemerintah berupa bantuan langsung tunai ini mulai dilaksanakan, kami belum pernah mendapatkannya, padahal status kami sama miskinnya seperti mereka yang dapat terus bantuan itu. Karena itu kami mau tanya, apakah kami ini bukan warga negara Indonesia? Sehingga kami tidak diperhatikan,” kata Ulu Besin Manehat, yang diamini Blandina Nipu, Yakobus Bau, Guido Mamulak, Guido Manek dan Yustinus Kun Usboko, warga setempat, Senin (20/4/2015).

Menurut mereka, Presiden Joko Widodo telah menetapkan bahwa, BLT ini diberikan merata kepada seluruh masyarakat yang tidak mampu, tetapi fakta di lapangan sangat bertolak belakang. Warga penerima BLT ini, tetap saja sama sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo.

Bahkan, kata Ulu Besin Manehat, sejumlah waga yang mampu secara ekonomi dan ada juga yang Pegawai Negeri Sipil (PNS) pun ikut menerima BLT sebesar Rp 200.000 per bulan. ”Setiap tahun kami yang tidak dapat BLT ini, selalu bayar pajak terus menerus, tetapi kami tidak pernah dikasih apa-apa oleh Pemerintah. Di Kelurahan kami ini ada PNS (mandor sekolah) yang terima BLT sehingga kami menganggap bantuan ini sangat aneh dan tidak adil,” kata Ulu Besin.

Dia berharap, Presiden bisa memperhatikan warga miskin seperti mereka yang tidak pernah sekalipun memeroleh bantuan tersebut. Warga juga berharap instansi pemerintah yang terkait bisa mendata ulang warga tidak mampu (miskin) yang memang belum tercatat sama sekali dan mengevaluasi program ini agar tepat sasaran.

Terkait hal itu, Lurah Ponu Sipri Padapili mengaku data penerima BLT itu berasal dari Kementerian Sosial, sehingga dari Kelurahan hanya menjalankan saja. Meski diakui Sipri, bahwa ada warganya yang benar-benar miskin tetapi tidak dapat BLT. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.