Sekda Dibebastugaskan, Gubernur Sumut Tunjuk Pelaksana Harian

Kompas.com - 30/01/2015, 19:28 WIB
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho
EditorCaroline Damanik

MEDAN, KOMPAS.com — Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho akan menunjuk pelaksana harian Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Jumat (30/1/2015). Penunjukan dilakukan setelah Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan surat bebas tugas Hasban sebagai sekretaris daerah agar bisa konsentrasi pada masalah hukumnya.

”Saya sudah bertemu Mendagri langsung menerima surat itu, hari ini pelaksana harian saya tunjuk,” ujar Gatot selepas mengikuti upacara parade dan defile dalam rangka serah terima jabatan Panglima Kodam I Bukit Barisan dari Mayor Jenderal Winston P Simanjuntak kepada Mayjend Edy Rahmayadi di Markas Komando Daerah Militer I Bukit Barisan jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (30/1).

Gatot mengatakan, pelaksana harian hanya menggantikan tugas sekda sementara hingga status hukum sekda berkekuatan hukum tetap.

”Bukan pelaksana tugas, melainkan pelaksana harian, itu hal yang berbeda. Pak Sekda tetap Pak Hasban,” kata gubernur.

Pelaksana sekda rencananya akan diumumkan hari ini karena posisi itu tidak boleh kosong. Pelaksana harian sekda akan dilakukan oleh satu orang. Ditanya siapa yang dimaksud, Gatot enggan menjawab. ”Kan, saya baru pulang. Lalu ke sini (kodam). Hari ini saya umumkan,” tuturnya.

Hasban tidak tampak hadir dalam acara upacara parade dan defile serah terima pangdam. Namun, Hasbanlah yang menandatangani undangan jamuan makan malam penyambutan pangdam baru yang akan digelar pada Jumat malam nanti.

Terdakwa

Hasban dilantik Gubernur Sumut sebagai sekda saat dirinya berstatus terdakwa, 14 Januari lalu. Pelantikan berlangsung sederhana tanpa kehadiran anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sumut seperti yang biasanya berlangsung, bahkan DPRD Sumut menyatakan tidak diundang. Tidak terlihat sama sekali satu pun karangan bunga yang biasanya memenuhi halaman kantor gubernur saat pelantikan berlangsung.

Hasban ditetapkan sebagai tersangka pada Mei tahun lalu, sementara pengajuan sekda terjadi pada Agustus. Keputusan Presiden Jokowi mengangkat Hasban ditandatangani pada 29 Desember. Kemendagri menyatakan tidak ada informasi soal status hukum Hasban yang masuk ke Kemendagri. Sementara Pemprov Sumut menyatakan tidak ada larangan untuk mencalonkan/melantik seseorang yang berstatus hukum tersangka/terdakwa kecuali kasus korupsi.

Namun, masyarakat memprotes pelantikan itu karena tidak pantas dan mencederai rasa keadilan publik.

Hasban terseret kasus sengketa lahan sirkuit Ikatan Motor Indonesia Sumut dengan PT Mutiara Development saat menjadi Asisten IV Sekda Sumut. Ia pernah ditahan di Mabes Polri selama 26 hari. Saat ini, proses sidang masih berlangsung dengan menghadirkan saksi-saksi. Proses sidang diperkirakan masih akan berlangsung 2-3 bulan lagi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X