Kompas.com - 16/11/2014, 20:04 WIB
Budiyono (40), seorang Dukun Cabul (kanan, baju hitam) sedang dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Gayamsari, Kota Semarang, Minggu (16/11/2014). KOMPAS.COM/NAZAR NURDINBudiyono (40), seorang Dukun Cabul (kanan, baju hitam) sedang dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Gayamsari, Kota Semarang, Minggu (16/11/2014).
|
EditorHeru Margianto
SEMARANG, KOMPAS.com — Kepolisian Sektor Kecamatan Gayamsari Kota Semarang menangkap seorang pria yang diduga berprofesi sebagai dukun cabul. Penangkapan dilakukan pada Minggu (16/11/2014) siang di sebuah salon di Jalan Gajahraya Semarang. Dukun cabul itu mengakui perbuatannya.

"Kami tangkap seorang laki-laki berusia 40 tahun atas laporan para korban. Dia diduga melakukan praktik dukun cabul," ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Gayamsari Semarang, Ajun Komisaris Polisi Suharto, di Mapolsek Gayamsari, Minggu.

Pria yang ditangkap bernama Budiyono. Perbuatan cabul terhadap korban dilakukan pada Jumat, 24 Oktober 2014 lalu, di sebuah pemakaman di Kota Semarang.

Menurut Suharto, modus yang digunakan pelaku adalah berpura-pura sebagai ahli yang dapat mengobati penyakit dalam. Korban yang datang untuk kesembuhan diminta untuk menuruti segala kemauan sang dukun jika ingin sembuh dari penyakit.

Terhadap pasiennya, dukun palsu itu mendiagnosis bahwa korban mendapat penyakit dari dunia lain. Untuk menghilangkan penyakit itu, korban diminta melakukan ritual khusus bersama sang dukun.

"Modus pelaku itu berpura-pura sebagai dukun. Dia bilang pada korban bahwa tubuhnya dalam keadaan bau busuk. Kemudian dengan bekal kain mori, dia praktik itu meraba-raba," tutur Suharto.

Setelah berpura-pura tahu penyakitnya, korban diminta untuk melepaskan semua pakaiannya. Setelah itu, korban juga diminta untuk memenuhi nafsu bejat si dukun tersebut demi kesembuhan. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada kesempatan yang sama, Budiyono mengaku menyesal telah melakukan perbuatan cabul tersebut. Ia mengaku kerasukan arwah leluhur ketika mencabuli korbannya.

"Saya mohon maaf, Pak. Saya ngaku salah," kata dia.

Hingga saat ini ada empat orang yang mengaku sebagai korban Budiyono.

(Baca: Korban Dukun Cabul Berharap Dapat Kewibawaan dan Kekayaan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.