Kompas.com - 09/06/2014, 13:06 WIB
EditorCaroline Damanik

Namun tak hanya keindahan, dia juga mengalami sejumlah peristiwa seperti terjatuh dari sepeda karena jalan rusak, habis bekal di tengah perjalanan, salah jalan, menembus hutan, tidur di emperan toko atau rumah kosong.

“Karena di jalan yang aku lewati tidak ada penginapan, jadi aku tidur di emperan rumah kosong. Kadang aku salah jalur karena informasi dari orang yang aku tanya sering meleset. Jatuh 4 kali dari sepeda, tapi untungnya tidak fatal hanya mengalami lecet,”ucapnya.

Untac Nem menuturkan, dari perjalanan di Sumatera, dia berkeinginan mempromosikan jalur yang dilaluinya sebagai daerah tujuan wisata karena memiliki sumber daya alam dan budaya yang sangat beragam.

Namun di satu sisi pengelolaannya masih dirasa kurang, seperti tidak tersedianya sarana dan prasarana.

“Sumatera itu sangat kaya akan keindahan alamnya. Orang-orang yang berpikiran Sumatera itu berbahaya, ternyata tidak benar. Di sana itu seperti surga. Kalian harus datang ke Sumatera,” jelasnya.

Usai menjelah Sumatera dan menyeberang ke Pulau Jawa, Untac Nem tiba di Jakarta.

Namun, dia tak melanjutkan perjalanannya mengendarai sepeda menyusuri berbagai kota di pulau Jawa. Dari Jakarta, dia langsung menuju Bali menggunakan pesawat.

”Senang rasanya tiba di Bali. Sepanjang perjalanan aku hanya berbekal tas kecil tidak ada tas besar atau perlengkapan lainnya. Ini semua karena tekad, jadi aku lakukan saja. Meskipun di tengah perjalanan uangku habis dan kadang aku rindu rumah dan keluargaku,” tutur pria yang telah menjadi atlet sepeda sejak tiga tahun lalu.

Setelah di Bali, kini pria kelahiran 4 Maret 1991 ini ingin menjelajah berbagai tempat wisata di Bali dengan mengendarai sepeda.

Ke depannya, dia masih terobsesi kembali menjelajah Indonesia dengan sepeda. Bahkan dia juga menyimpan keinginan untuk bersepeda dari Kamboja menuju Paris, Prancis.

”Selanjutnya aku ingin menyusuri Pulau Jawa, ke Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan berakhir di Bali. Namun keinginan yang sampai saat ini masih aku pendam adalah naik sepeda ke Paris,” harapnya sembari tertawa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.