Odong-odong Tertabrak Kereta, Penjaga Perlintasan KA Ditahan

Kompas.com - 02/04/2014, 18:23 WIB
Kasatlantas Polres Kendal, AKP. Christian Aer. Kompas.Com/Slamet Priyatin k9-11Kasatlantas Polres Kendal, AKP. Christian Aer. Kompas.Com/Slamet Priyatin
|
EditorCaroline Damanik

KENDAL, KOMPAS.com -
Polres Kendal menahan penjaga palang pintu perlintasan kereta api di Desa Karanganom Kecamatan Weleri Kendal Jawa Tengah, Mustakfirin, Rabu (2/4/2014) ini. Mustakfirin akhirnya ditahan sejak dijadikan tersangka dalam kasus tabrakan odong-odong dan kereta api Kaligung Mas, Jumat (25/3/2014).

Penahanan ini dilakukan agar proses penyelidikannya berjalan dengan baik. Menurut Kasatlantas Polres Kendal AKP Christian Aer, penahanan juga dilakukan dengan pertimbangan agar tersangka tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Christian menambahkan, pihaknya telah meminta keterangan 20 saksi terkait kasus yang menewaskan seorang nenek dan balita itu.

“20 saksi itu ada yang dari masyarakat setempat, penumpang odong-odong yang selamat, sopir odong-odong, tersangka, dan saksi ahli dari PT KAI,” kata Christian.

Selain saksi yang memberatkan, ada 3 saksi yang meringankan tersangka. Saksi yang meringankan memberikan keterangan bahwa sebelum kejadian ada pembonceng sepeda motor yang membuka palang pintu yang sudah tertutup. Oleh karena itu, odong-odong itu ikut berjalan dan terjadilan tabrakan.

“Saksi meringankan dari warga sekitar menyebutkan memang ada pembonceng sepeda motor yang membuka palang pintu. Lalu odong-odong ikut melintas,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Mustakfirin mengaku, sebelum kejadian sebenarnya dirinya sudah memperingatkan pengendara motor yang membuka pintu perlintasan.

“Peringatan itu, saya lakukan dengan teriakan kalau ada kereta yang mau lewat. Namun pembonceng sepeda motor itu, tidak menghiraukan teriakan saya,” kata Mustakfirin.

Mustakfirin menambahkan, karena khawatir banyak yang melintas karena pintu dipaksa dibuka, kemudian dirinya menutup kembali pintu perlintasan. Tapi odong-odong sudah terjebak di tengah perlintasan dan sesaat kemudian KA Kaligung Mas melintas dan menabrak odong-odong.

“Kalau saya tidak menutup pintu korbannya tambah banyak, karena kendaraan di belakang odong-odong banyak,” jelasnya.

Seperti diberitakan, telah terjadi kecelakaan odong-odong ditabrak kereta api Kaligung Mas, Rabu (19/3) lalu. Mustakfirin, penjaga palang pintu KA di Desa Karanganom Kecamatan Weleri Kendal, kemudian dijadikan tersangka. Pasalnya berdasarkan dari catatan buku yang ada di pos perlintasan, Mustakfirin, sebenarnya telah menerima pemberitahuan dari petugas stasiun Krengseng Batang, kalau akan ada kereta datang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

Regional
Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X