Kompas.com - 06/01/2014, 07:09 WIB
Salah satu korban pesta minuman keras oplosan di Mojokerto, Jawa Timur saat menjalani perawatan di rumah sakit. SURYASalah satu korban pesta minuman keras oplosan di Mojokerto, Jawa Timur saat menjalani perawatan di rumah sakit.
EditorGlori K. Wadrianto

MOJOKERTO, KOMPAS.com -
Setidaknya 15 orang tewas setelah berpesta oplosan saat malam tahun baru. Selain menewaskan belasan orang yang semuanya warga Mojokerto, pesta oplosan saat tahun baruan itu juga menjadikan belasan yang lain sekarat.


Hingga Minggu (4/1/2014) kemarin, mereka masih banyak menghuni rumah-rumah sakit di Kota Mojokerto. Belum ada keterangan pasti mengenai jumlah tewas karena pesta oplosan tahun baru. Namun informasi yang berkembang, jumlahnya sudah mencapai 15 orang. Sementara peserta pesta oplosan setidaknya berjumlah 30.

Selain tidak dalam satu waktu, belasan orang tewas itu meninggal tidak dalam satu lokasi. Informasi yang berhasil dihimpun, warga Kota Mojokerto itu pesta miras sambil menikmati di warung-warung dan tempat-tempat tongkrongan di sejumlah titik. Rata-rata mereka adalah satu teman di kampung dan tempat kerja.

"Banyak teman yang ikut. Banyak juga yang tak sadarkan diri. Termasuk saya. Saya tak tahu berapa yang meninggal. Sekarang saya masih mual dan pusing," ucap Yadi, salah satu korban pesta oplosan saat ditawat di Ruang Jayanegara, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Sejumlah rumah sakit kini dipenuhi para korban pesta oplosan. Selain RSUD Kota Mojokerto tersebut, rumah sakit lain yang digunakan untuk merawat korban oplosan adalah RSUD RA Basuni, Gedek Kabupaten Mojokerto, RSI Sakinah Sooko, dan RS Hasanah Kota Mojokerto.

Para korban itu bergelimpangan dan dievakuasi satu per satu. Ada yang meninggal setelah sampai di rumah sakit. Ada yang tewas setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Namun sebagian besar korban, mereka tewas dalam waktu hampir bersamaan. Bahkan ada yang baru tewas pada Minggu dini hari dan Minggu siang tadi.

Salah satu petugas medis di RSUD Kota Mojokerto yang menangani para korban mengaku mencium aroma khas arak (arak jawa atau cukrik). Mereka datang ke UGD dan ditangani. Rata-rata, para peserta pesta oplosan itu lemas dan mual muntah. Sementara mata mereka menyorot dengan tatapan hampa. "Rata-rata mereka mulai dirawat sejak Sabtu kemarin," katanya.

Sampai saat ini, sejumlah korban juga dalam keadaan kritis. Mereka mendapat perawatan khusus.

Pesta miras oplosan digelar saat mulai malam pergantian tahun baru 2014. Salah satu tempat pesta arak ini di depan Pabrik Mertex, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X