Kompas.com - 04/01/2014, 23:33 WIB
Buruh pelabuhan membongkar tabung elpiji 12 kilogram di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (22/2/2013). 

KOMPAS/HERU SRI KUMOROBuruh pelabuhan membongkar tabung elpiji 12 kilogram di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (22/2/2013).
|
EditorErvan Hardoko
BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Harga isi tabung elpiji 12 Kg di tingkat pangkalan atau pengecer tidak terkendali di Balikpapan, Kalimantan Timur. Beberapa pengecer bahkan menjual elpiji 12 kg ini dengan harga Rp. 140.000 per tabung.

"Harga antar ke tempat tujuan atau ambil sendiri di tempat kami, sama, Rp. 140.000 tukar tabung 12 kilo," kata Eni, saat dihubungi via telepon.

Eni, merupakan salah seorang pengecer elpiji jenis 12 Kg dan 3 Kg di kawasan perumahan elit Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan.

Pasca kenaikan harga elpiji 12 Kg, di tingkat pengecer di Balikpapan mengalami kenaikan harga rata-rata Rp.137.000 hingga Rp. 140.000 per tabung. Belum ditetapkannya harga eceran tertinggi (HET) oleh pemerintah setempat menyebabkan kenaikan harga di tingkat pengecer bervariasi.

Sebaliknya, Supriana, pemilik depo air isi ulang yang jauh dari pusat kota yakni di Km 10 Balikpapan, mengungkapkan dia menjual elpiji 12 kg dengan harga Rp.137.000. "Kadang harus mengantar sampai ke-Km 8," katanya.

Sementara itu, di tingkat agen elpiji 12 Kg dihargai antara Rp. 126.000 hingga 128.000 per tabung. "Harga tergantung jauh dekat lokasi pengantaran. Lebih-lebih sedikit Rp 500 ya harap dimengerti karena ini terkait pelayanan," kata Burhannuddin P, pemilik agen PT Sinar Prima Karunia, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan.

Kenaikan harga di tingkat pengecer tentu tidak bisa dihindari. Burhannuddin mengatakan, sebelum kenaikan harga di 2014 ini, sejumlah pengecer menjual elpiji 12 kg dengan harga Rp.91.000, atau lebih mahal Rp.10.000 dari harga agen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai salah seorang agen penjual elpiji, Burhanudin menyayangkan tak terkendalinya harga elpiji di tingkat pengecer. "Menaikkan harga (sampai tak terkendali) seperti itu tidak dibenarkan," kata Burhannuddin.

Kenaikan harga elpiji resmi berlaku sejak 2 Januari 2014. Warga dikejutkan dengan kenaikan ini. Sebelumnya, di Balikpapan harga di tingkat agen berada di rentang  Rp 81.000 hingga Rp. 84.000. Sementara di tingkat pengecer harga mencapai Rp. 87.000 - 91.000.

Setelah awal tahun ini Pertamina memutuskan kenaikan harga elpiji 12 kg, beberapa agen menjual dengan harga Rp. 126.000 hingga Rp. 128.000.

"Kenaikannya sampai Rp. 46.000. Ini yang tertinggi sepanjang kita pernah menangani kegiatan ini. Agen jadi sepi pembeli karena orang ragu membeli. Biasanya sehari bisa 180 tabung terjual. Sekarang, di tanggal 2 cuma 18 tabung, berikutnya 70 tabung, dan hari ini baru satu dan dua orang saja yang membeli," kata Burhannuddin.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.