Kompas.com - 03/01/2014, 21:00 WIB
Petugas Kepolisan dan Sipir Lapas Sukamiskin memeriksa Kamar sel milik Nazaruddin, Minggu (20/10/2013) KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaPetugas Kepolisan dan Sipir Lapas Sukamiskin memeriksa Kamar sel milik Nazaruddin, Minggu (20/10/2013)
|
EditorFarid Assifa


BANDUNG, KOMPAS.com - Narapidana kasus korupsi kelas kakap penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin harus membayar sendiri segala tindakan medis yang diperlukan jika harus berobat ke rumah sakit. Pasalnya, para koruptor tidak akan bisa menikmati layanan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang resmi beroperasi sejak 1 Januari 2014 kemarin.

"Sepertinya untuk napi tipikor tidak akan dapat BPJS," kata Kepala Lapas Sukamiskin Bandung saat ditemui di ruangannya, Jumat (3/1/2013).

Namun demikian, kata Giri menambahkan, ada pengecualian untuk narapidana kasus korupsi yang benar-benar tidak mampu. Menurutnya, di Lapas Sukamiskin banyak orang miskin yang dengan tidak sengaja terlibat kasus korupsi. Ia mencontohkan kasus yang membelit Rebino, petani penggarap ini menyandang embel-embel sebagai tersangka tunggal dalam kasus korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan Sutet di Yogyakarta. Padahal, Rebino buta huruf dan terdaftar sebagai penerima Raskin. Menurutnya, napi yang senasib dengan Rebino masih pantas untuk didaftarkan dalam BPJS.

"Bagi mereka (napi tipikor) yang tidak mampu, pembuktiannya bisa melalui pemerintah di desanya. Kalau memang terbukti tidak mampu, baru kita buat jaminan kesehatannya. Itu juga tergantung sakitnya," paparnya.

Untuk sakit yang tidak perlu sampai dibawa ke rumah sakit, kata Giri, para napi kasus korupsi bisa menggunakan layanan kesehatan di klinik yang tersedia di dalam Lapas tanpa dipungut biaya alias gratis.

"Kalau ingin pelayanan lebih baik maka bayar sendiri. Kalau perlu perawatan keluar pun baru bisa dirawat asal ada rekomendasi dokter. Kalau dokter bilang tidak perlu dirawat, ya rawat di dalam Lapas," terangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.